Keberadaan Susu Kental Manis di Indonesia

Kementerian Perindustrian melaporkan industri susu kental terus tumbuh berkembang seiring dengan konsumsi produk susu kental manis yang terus naik.

Keberadaan Susu Kental Manis di Indonesia
ist
Susu kental manis 

SUSU Kental Manis (SKM) sudah lama dikenal di masyarakat Indonesia. Bahkan bila dirunut sejarahnya, sudah ada sejak 100 tahun lebih.

Kementerian Perindustrian melaporkan industri susu kental terus tumbuh berkembang seiring dengan konsumsi produk susu kental manis yang terus naik.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik susu kental manis di dalam negeri mencapai 812 ribu ton per tahun. Adapun, nilai investasi di sektor usaha ini menembus angka Rp 5,4 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang.

Berdasarkan catatan, kehadiran produk susu kental manis di Indonesia dapat dirunut sampai pada masa pra-kemerdekaan. Susu kental manis masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 1873, yaitu melalui impor susu kental manis merek Milkmaid oleh Nestlé yang kemudian dikenal dengan nama Cap Nona.

Selanjutnya pada tahun 1922 oleh De Cooperatve Condensfabriek Friesland yang sekarang dikenal dengan PT Frisian Flag Indonesia dengan produk Friesche Vlag.

Pada akhir tahun 1967, Indonesia mulai memproduksi susu kental manis pertama kalinya melalui PT Australian Indonesian Milk atau atau yang saat ini dikenal dengan nama PT Indolakto, diikuti oleh PT Frisian Flag Indonesia pada tahun 1971 di pabriknya yang terletak di Pasar Rebo, Jakarta Timur, dan diikuti oleh PT Nestlé Indonesia pada tahun 1973 oleh pabriknya di Provinsi Jawa Timur. Setelah itu, industri susu kental manis terus berkembang hingga sekarang.

Secara umum, di pasaran ada berbagai jenis susu. Ada berbentuk bubuk, cair, dan juga susu kental.

Dari segi usia dimulai dari susu formula, susu pertumbuhan, serta untuk usia dewasa. Bahkan dewasa juga bisa dikategorikan dibawah usia 50 tahun dan di atas 50 tahun. Produk susu kental juga ada berbagai jenis. Ada 9 jenis yang masuk kategori susu kental.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI), Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD mengatakan, susu merupakan pelengkap untuk memenuhi kecukupan gizi seimbang.

Pemerintah diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak resah dan kebingungan dengan informasi yang beredar mengenai susu yang beredar di pasaran. (*/lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved