Piala Dunia 2018

Ada Fakta-fakta Menarik di Lima Pelaksanaan Piala Dunia Terakhir

Pertandingan final terakhir yang dimainkan di lima Piala Dunia terakhir, dapat disebutkan sejumlah fakta yang menarik.

Ada Fakta-fakta Menarik di Lima Pelaksanaan Piala Dunia Terakhir
Twitter
Kroasia sukses menumbangkan Rusia untuk menghadapi Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2018. 

Hal yang sama pada final 2006, duet bek Italia Materazzi-Cannavaro juga rata-rata lebih muda dibandingkan duet bek Prancis, Thuram-Gallas, serta pada final 2014, di mana duet Hummels-Boateng (Jerman) lebih muda dibandingkan duet Demichelis-Garay (Argentina).

Hanya pada final 2010, di mana duet lini belakang Spanyol, Pique-Puyol, rata-rata lebih tua dibandingkan duet lini belakang Belanda, Mathijsen-Heitinga.

Duet atau trio bek tengah yang lebih muda barangkali memiliki keunggulan dalam hal fisik dan stamina sehingga lebih mudah dalam merebut bola dari pemain lawan.

Fenomena serupa juga terjadi pada posisi kapten, di mana ternyata timnas yang usia kaptennya lebih muda biasanya akan memenangi laga. Misalnya pada 1998, kapten Prancis Didier Deschamps (kelahiran 1968) lebih muda dibandingkan dengan kapten Brasil, Dunga (1963).

Kemudian pada 2002, kapten Brasil Cafu (1970) lebih muda dibandingkan dengan kapten Jerman, Oliver Kahn (1969), sedangkan pada 2006 Cannavaro (1973) lebih muda dibandingkan Zidane (1972), serta pada 2010 Casillas (1981) lebih muda dibandingkan van Bronckhorst (1975).

Hanya pada final empat tahun lalu, di mana kapten Jerman, Phillip Lahm (1983), yang lebih tua dibandingkan dengan kapten timnas Argentina, Lionel Messi (1987), namun yang menang adalah tim Panzer dengan kapten yang lebih tua.

Menariknya pada final Piala Dunia kali ini, kapten tim Perancis Hugo Lloris (1986) memiliki usia lebih muda dibandingkan dengan usia kapten tim Kroasia, Luka Modric (1985).

Begitu pula halnya dengan duet bek sentral Prancis, yaitu Raphael Varane-Samuel Umtiti, yang ternyata memiliki rata-rata lebih muda dibandingkan dengan duet bek sentral Kroasia, Dejan Lovren-Domagoj Vida.

Dengan demikian, apakah berarti Prancis yang akan unggul pada tanggal 15 Juli ini?

Belum tentu juga, karena bila melihat faktor striker yang lebih tua yang biasanya yang akan menang, maka keunggulan itu berarti dimiliki Kroasia.

Karena itu, memang bukanlah hal mudah untuk menebak siapa yang akan unggul dalam final Piala Dunia.

Namun, seluruh warga yang menikmati pertandingan bola yang berkualitas tentu saja boleh berharap bahwa final pada Minggu mendatang akan menyuguhkan laga yang menarik dengan gol yang banyak!

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved