Menggunungnya Sampah di Bantargebang Bisa Dimanfaatkan Menjadi Energi Listrik

Lewat teknik thermochemical melalui quasi pyrolysis, MET siap mengolah sampah di atas areal seluas 110 hektare itu dan mengubahnya menjadi listrik.

Menggunungnya Sampah di Bantargebang Bisa Dimanfaatkan Menjadi Energi Listrik
Warta Kota/Joko Supriyanto
Direktur Utama PT MET, Yusra Abdi, saat menjelaskan ide pengelolaan sampah TPST Bantargebang, Selasa (10/7/2018). 

WARTA KOTA, JATINEGARA---Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang semakin penuh dengan sampah buangan masyarakat dari Jakarta.

Cukup banyak permasalahan yang dihasilkan akibat menggunungnya sampah sampah di Bantargebang, seperti polusi udara dan belum ditemukannya teknik penghancur sampah yang baik.

Baca: Ajak Keluarga Kurangi Sampah Plastik, Konsumsi Plastik Mencapai 17 Kilogram Per Tahun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerima pemaparan dari PT Multi Energi Terbarukan (PT MET) yang mengajukan ide terkait pengelolaan sampah yang menumpuk di TPST Bantargebang.

Lewat teknik thermochemical melalui quasi pyrolysis, MET siap mengolah sampah di atas areal seluas 110 hektare itu dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Baca: Alihkan Sampah ke TPA Nambo, Depok Tak Akan Langsung Tutup TPA Cipayung

Direktur Utama PT MET, Yusra Abdi, mengatakan, teknik yang digunakan baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Hasil dari teknik ini sangat jauh berbeda dari sistim incinerator maupun sanitary landfill.

"Prinsipnya model ini untuk menjadikan sampah sebagai sumber pendapatan yang baru dan signifikan karena sebelumnya, pengolahan sampah adalah beban biaya Pemprov DKI Jakarta" kata Yusra usai pemaparan di Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (10/7/2018).

Baca: Warga Bekasi Keluhkan Truk Sampah DKI Melintas di Jalan Protokol dan di Jam Sibuk

Prosesnya, pertama-tama sampah akan dipilah lantaran tak semua sampah bisa diproses menjadi listrik.

Setelah itu, sampah akan mengalami proses thermal di mana energi panas bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin sehingga bisa menghasilkan energi listrik.

Yusra mengatakan, model ini juga diyakini mampu membuat Pemprov DKI Jakata terhindar dari upaya penambahan area penampungan sampah serta biaya lain dari produksi sampah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved