Breaking News:

Fans Timnas Inggris Punya Mantra Khusus buat Menang Piala Dunia 2018

"Football's coming home!". Jargon ini menggema setiap kali timnas sepak bola Inggris melakoni pertandingan di Piala Dunia 2018

Koran Warta Kota
Headline Warta Kota edisi Rabu, 11 Juli 2018 

"Football's coming home!". Jargon ini menggema setiap kali timnas sepak bola Inggris melakoni pertandingan di Piala Dunia 2018.

Arti jargon tadi adalah bawa pulang kembali sepak bola ke rumahnya.

Maklum, Inggris mengklaim sebagai negara penemu si kulit bundar pada 1863, yang memang telah disahkan FIFA.

Meski pada kenyataannya, banyak negara yang lebih lama memainkan sepak bola termasuk Tiongkok.

Jargon itu, yang aslinya merupakan sebait lirik lagu ciptaan Ian Broudie--pentolan band britpop The Lighting Seeds--bakal kian meraung-raung di Stadion Luzhniki, Moskwa, Rusia, Kamis (12/7), dini hari WIB nanti.

Pasalnya negara pemilik julukan Tiga Singa itu dijadwalkan melakoni Kroasia pada laga semifinal.

Fans Inggris percaya bila jargon "Football's coming home!" bak mantra yang ikut mendongkrak performa tim.

Namun, Mario Mandzukic tak rela sepak bola kembali begitu saja ke rumahnya seperti ketika Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

Ia mewanti-wanti agar Tiga Singa tetap mewaspadai Kroasia, peringkat ketiga Piala Dunia 1998.

"Kami sudah melewati tekanan terbesar di turnamen ini yakni saat melawan Denmark di babak 16 besar (menang adu penalti). Sekarang sudah semifinal dan kami akan benar-benar menikmatinya. Jadi, Inggris perlu berhati-hati," tegas Mandzukic, striker Kroasia yang memperkuat klub teras Italia, Juventus.

Selepas Denmark, Kroasia menyingkirkan tuan rumah Rusia di babak perempat final lewat adu tendangan penalti.

Hasil tersebut otomatis melipatgandakan kepercayaan diri tim.

Secara khusus, Mandzukic memuji performa kiper Tiga Singa, Jordan Pickford.

"Dia tampil sangat baik, kiper potensial dan menurut saya bermasa depan cerah. Tapi kami sudah memperlihatkan setiap anggota di dalam tim ini sangat berbahaya. Saya yakin akan ada seseorang yang bakal mengejutkannya," ujar Mandzukic.

Fokus

Sementara itu gelandang sayap Tiga Singa, Ashley Young meminta timnya fokus kepada kualitas diri sendiri ketimbang memikirkan ancaman yang mungkin dihasilkan dirigen permainan Kroasia, Luka Modric.

Apalagi ini semifinal pertama Inggris di turnamen besar sejak Piala Dunia 1990.

Menyoal pertemuan, Inggris masih terkenang kekalahan 2-3 di kandang sendiri, Stadion Wembley pada November 2017.

Hasil minor itu membuat Inggris gagal berlaga di Piala Eropa 2008 yang berujung pemecatan Steve McClaren.

Itu merupakan awal mula Modric mengambil kendali lapangan tengah Kroasia.

Modric kini menjabat kapten dan dipercaya menjadi satu di antara pemain terbaik Piala Dunia 2018.

"Modric pemain fantastis yang dikelilingi pemain top. Tapi kami tak boleh terlalu berkonsentrasi kepada mereka. Kami harus memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan potensi diri sendiri," ujar Young. (eko)

Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved