Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi Naik Menjadi 49,30 Persen Setelah Pilkada Serentak

Ia menyebutkan, ada kenaikan elektabilitas sebesar 3,3 persen dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Elektabilitas Jokowi Naik Menjadi 49,30 Persen Setelah Pilkada Serentak
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Presiden Jokowi usai menghadiri rembuk nasional aktivis 98 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018) sore. 

USAI pelaksanaan pilkada serentak 2018, elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan.

Hal ini diungkapkan oleh Adjie Alfaraby, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dalam rilis survei Pasangan Capres dan Cawapres Pascapilkada.

Ia menyebutkan, ada kenaikan elektabilitas sebesar 3,3 persen dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca: Pernah Dipenjara karena Korupsi, Taufik Incar Posisi Ketua DPRD DKI

"Posisi saat ini elektabilitas Jokowi di angka 49,30 persen. Ada kenaikan dibanding survei Bulan Mei yang saat itu posisinya 46 persen. Ada kenaikan 3,3 persen," ujar Adjie di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

"Sehingga, memang kita bisa lihat ada tren kenaikan petahana pasca-pilkada 2018," imbuhnya.

Adjie menjelaskan, hasil survei itu muncul dari pertanyaan kepada responden terkait jika Pilpres 2019 dilakukan sekarang, dan siapa kandidat yang akan dipilih di antara nama-nama yang disajikan.

Baca: Sopir Angkot Rampok Penumpangnya yang Masih Pelajar Sampai Menangis Histeris

"Dari hasil survei LSI yang dilakukan terhadap 1.200 responden pada periode 28 Juni-5 Juli 2018, tren kenaikan elektabilitas Jokowi menjadi salah satu temuan," jelasnya.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling di 33 provinsi Indonesia. Ada pun margin of error survei plus minus 2,9 persen. Artinya, angka survei bisa berkurang atau bertambah sebanyak 2,9 persen. Survei ini dibiayai secara mandiri oleh LSI Denny JA. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved