Breaking News:

Dampak Negatif Urbanisasi Perlu Diwaspadai

Marullah mengatakan, pihaknya tidak melarang para pendatang baru mengadu nasib di Jakarta.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Berdasarkan data yang masuk, tahun ini ada peningkatan jumlah pendatang baru di Jakarta. Jika tahun 2017 lalu jumlah pendatang baru sekitar 60.000, tahun ini berdasarkan perhitungan, jumlah pendatang baru naik menjadi 70.000 orang. 

WALI Kota Jakarta Selatan, Marullah mengatakan, pihaknya tidak melarang para pendatang baru mengadu nasib di Jakarta.

Hanya saja, ia mengimbau, agar mereka datang dengan keterampilan yang dimiliki.

"Di Jaksel ada sekitar 18 ribu pendatang baru tahun ini. Sebagian punya skill, tapi banyak juga yang tidak memiliki ketrampilan dan hanya mengandalkan peruntungan saja," ujarnya di sela Gebyar Biduk Jakarta Selatan di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).

Sebab, menurutnya, banyaknya pendatang unskill bisa menimbulkan dampak sosial yang lebih jauh. Misalnya meningkatnya jumlah pengangguran, munculnya permukiman kumuh, bertambahnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bahkan menimbulkan kejahatan.

"Makanya perlu adanya pendataan melalui operasi Bina Kependudukan (Biduk) ini untuk mendata siapa saja yang datang ke Jakarta demi tertip kependudukan," imbuhnya

Jika tidak ingin mengubah alamat identitas, dalam Biduk masyarakat bisa membuat Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS).

"Kalau pindah KTP Jakarta justru lebih baik karena mereka bisa mendapatkan sejumlah fasilitas yang mensyaratkan warga punya KTP Jakarta. Misalnya saja ikut OK Oce," imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved