Jadi Satpam Sekaligus Drivel Ojol, Istri Terduga Teroris Yakin Suaminya Cuma Korban Salah Tangkap

Y mengaku suaminya diamankan kemarin pagi oleh Densus 88, saat dirinya sudah berangkat bekerja.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Densus 88 menggeledah rumah kontrakan S, terduga teroris, di RT 04/04, Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018) kemarin. 

Y, istri terduga teroris yang tinggal di RT 04/04, Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyatakan suaminya berinisial S bekerja sebagai satpam di Palyja.

Selain itu, sebagai tambahan pemasukan, pada waktu luang S juga menjadi pengemudi ojek online (ojol). Oleh sebab itu, ia meyakini bahwa suaminya tidak pernah mengikuti organisasi yang berbau terorisme, lantaran sibuk mencari nafkah.

"Namanya sekuriti kan kerja dua hari siang, dua hari malam. Dia kalaupun ada waktu pulang kerja, misalnya masuk pagi berangkat jam 6 pagi pulang jam 3 sore, jam 3 sore langsung nge-Grab kan? Nge-Grab nyampe ke rumah jam 8 malam. Capek dong sudah, istirahat, makan, tidur. Sudah, aktivitasnya itu saja dong," ungkap Y saat ditemui Warta Kota, Senin (9/7/2018) malam.

Baca: Istri Terduga Teroris Bertanya ke Densus 88: Kok Pistol Mainan Anak Saya Juga Dibawa Polisi?

Y mengaku suaminya diamankan kemarin pagi oleh Densus 88, saat dirinya sudah berangkat bekerja. Ia pun terkaget-kaget saat pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB, kontrakannya dikerumuni massa beserta Densus 88.

"Pagi masih ketemu, terus jam 9 pagi saya berangkat kerja. Kemudian jam 10 saya ngabarin kalau sudah sampai kantor, kok enggak kekirim pesan singkat saya? Lalu saya telepon, HP-nya enggak aktif. Lalu jam setengah 6 sore pulang, kok sudah ada ramai-ramai? Ya sudah baru tahu kalau ada penggeledahan," paparnya.

Kondisi rumah pun berantakan karena Densus 88 menggeledah seluruh barang-barang di kontrakan itu. Mereka juga menanyakan kepada Y terkait kepemilikan senjata-senjata di rumah itu.

Baca: Fredrich Yunadi: 28 Juni 2018 Hari Kematian Advokat

Meski S sudah diamankan, istrinya meyakni suaminya tidak bersalah dan hanya jadi korban salah tangkap. Y yang sudah menikah selama kurang lebih empat tahun dan dikaruniai dua anak ini, menyatakan suaminya tidak pernah mengikuti organisasi apa pun.

"Enggak pernah kepikiran sampai sana ya, aku pikir kayak gurunya juga di sana mereka kan hobi ngoleksi apa namanya? Pedang dan golok. Emang mereka kan buat motong kambing kayak gitu kan, untuk acara kurban kayak gitu. Suami aku kemarin kan majang golok dari Papua, enggak pernah dia gunain. Aku tahu dia koleksi," bebernya. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved