Istri Terduga Teroris di Kemayoran Mengaku Ia dan Suaminya Tak Dekat dengan Warga Sekitar

Berdasarkan pengakuan Y, suaminya yang berinisial S, sudah lama tinggal di RT 06/01, tak jauh dari lokasi kontrakannya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Rumah kontrakan warna ungu terduga teroris di Kawasan Kelurahan Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018). Densus 88 menggeledah rumah kontrakan terduga teroris yang berinisial S, Senin (9/7/2018), dan mengamankan sejumlah barang bukti. 

Y (32), istri terduga teroris, mengaku dirinya maupun suaminya, tidak begitu dekat dengan warga sekitar di kawasan RT 04/04, Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pengakuan Y, suaminya yang berinisial S, sudah lama tinggal di RT 06/01, tak jauh dari lokasi kontrakannya. Hingga kemudian rumah itu dijual dan mereka berdua tinggal mengontrak tak jauh dari rumah yang sebelumnya.

"Suami saya memang orang asli sini. Kalau saya sudah delapan tahun di kontrakan ini, sebelumnya kamar saya di atas. Lalu menikah empat tahun lalu dan kami pindah ke bawah," ungkap Y saat ditemui, Senin (9/7/2018) malam.

Baca: Istri Terduga Teroris Bertanya ke Densus 88: Kok Pistol Mainan Anak Saya Juga Dibawa Polisi?

Kontrakan yang ditempati mereka berdua seluas 3x5 meter, terletak di gang sempit. Di depannya terdapat warung yang ditempati oleh pemiliknya.

Karena kesibukannya yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta, ia tak begitu mengenal warga sekitar. Begitu pula suaminya yang memiliki dua pekerjaan sebagai satpam di Palyja dan ojek online (ojol).

"Enggak begitu dekat sama warga sini. Karena ya hari biasa sibuk bekerja. Terus pulang urus anak. Kalau hari libur kami jalan-jalan," tutur Y.

Baca: Jadi Satpam Sekaligus Drivel Ojol, Istri Terduga Teroris Yakin Suaminya Cuma Korban Salah Tangkap

Sejak rumahnya digeledah, ia belum keluar rumah dan menemui tetangganya karena sibuk membereskan rumah yang berantakan usai Densus 88 mencari barang bukti senjata-senjata.

Ia pun mengkhawatirkan nasib anaknya yang masih berusia 4 tahun, lantaran selalu menanyakan keberadaan ayahnya yang diamankan polisi pada Senin kemarin.

"Saya enggak peduli sama omongan warga. Mereka enggak tahu apa-apa. Tapi kasihan anak saya. Dia masih kecil kan? Suka nanya-nanya ini itu. Saya juga yakin kalau suami saya enggak terlibat hal-hal seperti itu," papar Y, menitikkan air mata.

Y mengungkapkan, S sempat memiliki istri, namun pernikahannya kandas dan bercerai. Dari istri pertama, S memiliki dua anak. Sedangkan pernikahan S dan Y dikaruniai dua anak yang masih berumur 4 tahun dan 7 bulan. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved