VIDEO: Gang Poppies Itu Jalur Gaza Para Turis di Pulau Bali

Saking mabuknya, bahkan beberapa turis ada yang pingsan dan tidur di jalanan, kemudian ditolong oleh rekannya.

Tukang ojek pun tak mau kalah.

Satu persatu turis yang melintas di depannya ditawari naik ojek.

"Biasanya pada saat momen inilah paling rawan jambret dan copet di Kuta. Karena rata-rata tamu (turis) pada mabuk, tidak sadar penuh tiba-tiba barangnya hilang lalu panik.

Belum lagi mereka itu sembarangan bawa barang, jadinya mengundang orang berbuat jahat," kata Pengawas Keamanan Desa Adat Kuta, Ketut Sudiarsa, kepada Tribun Bali pekan lalu.

Kendati banyak ojek dan taksi yang berjejer di kawasan Ground Zero, namun turis yang menginap tidak lebih dari 1 km dari jarak pusat hiburan malam memilih berjalan kaki bersama teman-teman mereka.

Ada juga yang berjalan dua orang.

Saat para turis berjalan kaki menuju tempatnya menginap itulah kerap terjadi penjambretan di kawasan ini.

"Penjambret biasanya tidak sendiri. Kalau ada turis yang didekati lebih dari dua orang, sudah patut kita curigai. Biasanya satu orang ngajak ngobrol berpura-pura menawarkan ojek, terus dua atau tiga temannya lagi beraksi mengambil barang-barang milik turis. Biasanya yang dicari handphone atau tas dan dompet," tutur Sudiarsa.

Pria yang sudah sempat mengamankan enam orang jambret di kawasan Legian itu mengungkap bahwa sebelum tahun 2018 ini hampir setiap hari ada kasus penjambretan di Kuta.

Ada beberapa titik yang biasanya terjadi kasus penjambretan, bergantung situasi dan kondisi saat dini hari.

Halaman
1234
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved