PPDB 2018

Tak Diterima di SMP Negeri di Depok, Orangtua Calon Siswa Miskin Ancam Unjuk Rasa

"Warga miskin di Depok ini, nggak ada pilihan, rencananya kami akan aksi. Kapan aksinya sedang kami konsolidasikan. Nanti akan saya kabari."

Tak Diterima di SMP Negeri di Depok, Orangtua Calon Siswa Miskin Ancam Unjuk Rasa
Istimewa
Ilustrasi PPDB Online 

"Mereka nggak mungkin ikut daftar di jalur PPDB online yang dimulai hari ini. Namanya siswa keluarga miskin, orangtuanya mana paham dan nggak punya fasilitas untuk online-online-an," kata Roy.

Di antara 50 siswa yang mengadu ke DKR, kata Roy, ada anak yatim.

"Edan! Anak yatim pun ditolak sekolah di SMP Negeri di Depok. Padahal jarak rumahnya dengan sekolah hanya 100 meter. Jadi tidak ada alasan kalau zonasinya dipersoalkan," kata Roy.

Baca: PPDB Online Tangsel Bisa Diakses Lagi Setelah Sempat Ngadat, Pendaftaran Diperpanjang Hingga 11 Juli

Menurut dia, calon siswa itu sudah memenuhi syarat melalui jalur siswa tidak mampu. 

"Bukan itu saja, bila dari syarat zonasi, tempat tinggal mereka sangat dekat dengan sekolah," ucapnya.

Dia menambahkan, kuota untuk siswa miskin sebanyak 20 persen dari daya tampung sekolah. "Jadi saya heran juga kenapa sekolah tidak menerima mereka," kata Roy.

Bahkan, kata Roy, siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga tidak diterima pihak sekolah. Padahal pemilik KIP menandakan calon siswa tersebut berasal dari keluarga tidak mampu.

"Jika alasannya zonasi, juga tidak masuk akal. Sebab ada (calon) siswa miskin yang jarak rumahnya dengan sekolah hanya 100 meter, juga tidak diterima" ucap Roy.

"Dan yang terjauh 2 kilometer, ini pun karena sekolah negeri terdekat dengan mereka ya hanya itu, yang jaraknya 2 kilometer dengan rumah mereka," kata Roy.

Baca: Hari Ketiga Pendaftaran PPDB Online di Tangerang Selatan Masih Banyak Masalah

Roy mengaku, dia sudah menjelaskan kepada para orangtua calon siswa tak mampu untuk memasukkan anaknya ke sekolah swasta dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu. 

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved