VIDEO: Penghentian Aliran Air PDAM Depok Tak Selama Yang Diperkirakan

"Jadi sekaligus pula kita ganti pipanya.dengan pipa baru yang jenis dan bahan materialnya lebih baik," kata Sulaen.

Pengaliran air bersih ke 38 ribu pelanggan PDAM Tirta Asasta, Kota Depok atau 4 kecamatan di Depok, yang dihentikan sejak Kamis (5/7/018) malam, sampai Jumat (6/7/2018) pagi tadi, ternyata tidak memakan waktu selama yang diperkirakan sebelumnya yakni sampai 14 jam.

Pengaliran pasokan air ke pelanggan diklaim sudah dapat dilakukan sekitar 4 jam lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Kota Depok, EE Sulaeman, mengatakan penghentian pengaliran air ini direncanakan selama 14 jam mulai Kamis (5/7/2018) pukul 20.00, hibgga Junat (6/7/2018) pukul 10.00.

Penghetian aliran air dilakukan karena adanya dua hal utama yang krusial yang harus dilakukan pihaknya dengan kondisi distribusi air pipa mati.

Yakni pergantian mesin panel Low Voltage Main Distribution Panel (LVMDP) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Depok di Jalan Legong, Sukmajaya, Depok serta tapping pipa berupa pergantian dan pembelokan arah pipa di intake IPA Legong, Sukmajaya.

"Untuk mesin panel yang ada saat ini dan berfungai sebagai pembagi daya listrik, memang sudah cukup tua atau berusia 40 tahun. Sehingga cukup mendesak untuk diganti baru agar lebih mumpuni. Karena sejak awal mesin panel di IPA Legong tidak pernah diganti," kata Sulaeman.

Bersamaan dengan itu kata Sulaeman juga dikerjakan tapping pipa di jalur intake IPA Legong.

Tapping pipa kali ini berupa mengganti pipa lama dengan pipa baru sekaligus mengubah arah pipa yang ditanam. Perubahan arah jalur pipa ini, terkait adanya rencana pembangunan Gedung Kantor PDAM Tirta Asasta Kota Depok yang baru, yang menyatu dengan IPA Legong, Depok, Agustus mendatang

Menurut Sulaeman, pipa berdiameter sekitar 1 meter sepanjang 400 meter yang sebelumnya dipasang memanjang dari barat ke timur, dibelokkan sedikit ke selatan.

"Jadi sekaligus pula kita ganti pipanya.dengan pipa baru yang jenis dan bahan materialnya lebih baik," kata Sulaen.

Jika sebelumnya kata dia, pipa yang digunakan adalah pipa ACP atau asebestos cement pipe atau berbahan asbes, maka kini diganti dengan pipa high density folyethylene (HDF) yang lebih kuat, dan tahan lama.

"Pengerjaan dua hal utama itu ternyata selesai lebih awal atau lebih cepat. Sehingga pukul 04.00 pompa kami sudah bisa distart," kata Sulaeman.

Sehingga Jumat pagi pukul 06.00 sampai pukul 08.00, pengaliran air kata Sulaeman, sudah dapat dilakukan kembali dan berjalan normal.

"Selama penghentian pengaliran, tidak ada pelanggan yang komplain dan meminta pasokan air lewat tangki. Semua berjalan lancar, karena pelanggan tampaknya sudah menyiapkan air cadangan sebelum.penghentian aliran.air kami lakukan," kata Sulaeman.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved