VIDEO: Kakak Hacker Bawaslu Harap Adiknya Tidak Ditahan

"Ya tolong jangan ditahan apalagi dicampurin bersama tahanan lainnya takutnya malah dimanfaatkan

Dendi Syaiman alias DS (18), peretas situs Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ditangkap Bareskrim Polri dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

DS diancam dengan Pasal 30, 32, dan Pasal 33 UU ITE.

Atas kabar itu, pihak keluarga belum mengetahuinya.

"Wah masa si mas, saya engga tahu. Saya belum lihat-lihat berita perkembangannya lagi," tutur Isman Firmansyah (25) kaka DS saat ditemui Wartakota dirumanya di Jalan Amil Misin RT 01 RW 04 Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (6/7) sore.

Isman mengharapkan pemerintah khsusnya Polri lebih bijak dalam menangani kasus yang menimpa adiknya ini.

"Kita mah keluarga susah, ya mau gimana lagi. Tapi ya harapan saya agar pemerintah bijak, jangan ditahan adik saya lebih baik diberdayakan atau dibimbing," ujarnya.

Ia menjelaskan dirinya tidak mengetahui akan kemampuan adiknya yang bisa meretas sejumlah situs termasuk Bawaslu. Hal itu mengingat adiknya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD).

"Ya saya kaget juga ditangkap polisi gara gara meretas situs, adik saya aja lulusan SD, sempat sekolah SMP tapi engga tamat, apalagi saya aja kerjanya sebagai Clening Servis negrti komputer aja kaga, "katanya.

Sekali lagi, Isman mengharapkan agar adiknya tidak ditahan sebagai seorang penjahat cyber mengingat yang dilakukannya itu hanya iseng-iseng.

"Ya tolong jangan ditahan apalagi dicampurin bersama tahanan lainnya takutnya malah dimanfaatkan atau terpengaruh yang engga benar. Levih baik dibimbing Polri agar bisa lebih positif. Lagi pula yang dilakukan adik saya itu keisengan semata, itu buktinya aja setelah berhasil meretaa situs dia update di Facebook. Kalau memang niat berbuat jahat kan ngapain di upadate," paparnya.

Sebelumnya pada Sabtu (30/7) Mabes Polri menangkap pemuda berinisial DS (18), yang diduga sebagai peretas situs Bawaslu.

DS ditangkap Sabtu (30/6) pekan lalu, pukul 13.00 WIB di Kramat Jati, Jakarta Timur.

DS, yang menggunakan nama samaan Mister Cakil, dengan sengaja melakukan devicing atau hacking, pembobolan atau penerobosan secara ilegal terhadap websitehttps://inforapat.bawaslu.go.id. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved