Breaking News:

Dinkes Depok Terbitkan Edaran Produk Susu Kental Manis Bukan Produk Susu

Banyak persepsi yang keliru di masyarakat dalam mengonsumsi produk susu kental manis dan menganggapnya sebagai produk susu.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
ist
Ilustrasi bukan produk susu. 

PETUGAS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengeluarkan surat edaran untuk menindaklanjuti surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang 'Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) tertanggal 22 Mei 2018 lalu.

Dalam surat edaran tertanggal Jumat (6/7/2018) hari ini, Dinkes Depok memberitahukan seputar produk susu kental manis (SKM), bagi para produsen, importir dan distributor, terkait larangan label dan iklan produk.

Selain itu, Dinkes Depok mengimbau masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi produk susu kental manis karena produk itu tidak setara dengan produk susu iain sebagai penambah dan pelengkap gizi.

Artinya, susu kental manis bukan produk susu sebenarnya dan dilarang dikonsumsi anak di bawah 5 tahun.

"Kami keluarkan surat edaran ini agar produsen, importir dan distributor serta masyarakat di Depok tidak salah memahami produk susu kental manis, dan tepat dalam mengonsumsi produk susu tersebut," kata Kepala Dinkes Depok Lies Karmawati, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, berdasar surat edaran BPOM diharapkan agar masyarakat tidak keliru memahami produk susu kental manis.

"Khususnya di Depok," kata dia.

Sebab, katanya, banyak persepsi yang keliru di masyarakat dalam mengonsumsi produk susu kental manis dan menganggapnya sebagai produk susu.

Karenanya dalam surat edaran tersebut ada empat hal utama yang harus diperhatikan oleh produsen, importir serta distributor produk kental manis, dalam mengiklankan produknya agar tidak terjadi persepsi keliru di masyarakat.

Yakni produk susu kental manis dilarang menampilkan label anak-anak berusia kurang dari lima tahun dalam bentuk iklan televisi, maupun iklan lainnya di Depok.

Tak hanya itu, produk kental manis juga dilarang memvisualisasikan produknya dengan produk susu lain yang setara sebagai pelengkap gizi.

Produk susu itu antara lain susu sapi, susu yang dipasteurisasi, susu yang disterilisasi, susu formula, serta susu pertumbuhan.

"Produk ini juga dilarang memvisualisasikan gambar susu cair atau susu dalam gelas dan disajikan dengan cara diseduh atau dikonsumsi sebagai minuman. Kemudian, untuk produk yang diiklankan, iklan kental manis ini dilarang ditayangkan pada jam tayang yang biasa dikonsumsi anak-anak atau disandingkan dengan tayangan anak-anak," katanya seperti dalam surat edaran.

Di dalam surat itu tambah Lies juga dicantumkan bahwa produsen, importir, hingga distributor produk susu kental manis harus menyesuaikan larangan BPOM paling lambat hingga enam bulan sejak surat edaran diterbitkan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved