Polisi di Tangerang Dilatih Bahasa Inggris Jelang Asian Games 2018

SEBAGAI upaya meningkatkan pelayanan terhadap kontingen Asian Games 2018,Polisi dilatih kemampuan berbahasa Inggris.

Polisi di Tangerang Dilatih Bahasa Inggris Jelang Asian Games 2018
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan terhadap kontingen Asian Games 2018, bhabinkamtibmas Polresta Tangerang dilatih kemampuan berbahasa Inggris. Hal itu agar tamu-tamu dari berbagai negara di Asia tidak kesulitan berkomunikasi dengan aparat keamanan. 

SEBAGAI upaya meningkatkan pelayanan terhadap kontingen Asian Games 2018, bhabinkamtibmas Polresta Tangerang dilatih kemampuan berbahasa Inggris.

Hal itu agar tamu-tamu dari berbagai negara di Asia tidak kesulitan berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Demikian disampaikan Kapolresta Tangerang Kombes Sabilu Alif saat memberikan sambutan pada pelatihan Bahasa Inggris untuk Bhabinkamtibmas. Prosesi pelatihan digelar di Rupatama Mapolresta Tangerang, Rabu (4/7/2018).

Sabilul menjelaskan beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 akan digelar di venue yang berada di wilayah hukum Polresta Tangerang. Perhelatan Asian Games, merupakan pesta olahraga terbesar se-Asia.

Sebagai tuan rumah, harus memberikan pelayanan yang optimal kepada tamu-tamu yang datang.

“Atlet dan ofisial Asian Games adalah tamu negara. Kita harus memberikan kesan yang baik agar citra Indonesia juga kian baik,” ujar Sabilul.

Ia menambahkan, Polresta Tangerang juga berupaya memacu untuk memeriahkan Asian Games 2018. Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai turnamen olahraga dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2018.

Hal itu dilakukan untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Sedangkan terkait aspek keamanan, Kapolres menyebut akan menggelar operasi cipta kondisi skala besar.

Operasi itu sebagai bentuk peningkatan intensitas kegiatan kepolisian untuk mengantisipasi kejahatan jalanan (street crimes), terorisme, vandalisme, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan curanmor.

Operasi skala besar dilaksanakan untuk mendeteksi secara dini potensi terjadinya tindak pidana baik yang dilakukan perorangan atau kelompok.

“Kami membentuk Satgas Anti Begal dan Premanisme yang terdiri dari Satuan Reskrim, Satuan Sabhara, dan didukung satuan fungsi lainnya,” kata Sabilul.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved