Breaking News:

Gunung Agung Meletus

Membahayakan Penerbangan, Air Nav Terbitkan NOTAMC

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia kembali menerbitkan NOTMC untuk Bandara Banyuwangi.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
ISTIMEWA
Erupsi Gunung Agung 

BERGEJOLAKNYA Gunung Agung serta masifnya debu vulkanis di area penerbangan antara Bali dengan Jawa Timur, Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Air Nav Indonesia kembali menerbitkan NOTMC terhadap Bandara Banyuwangi.

NOTAMC (Notice To Airmen), yakni peringatan kepada penerbangan itu dikeluarkan menyusul hasil observasi penerbangan di Bandara Banyuwangi hingga pukul 08.30 WIB.

Dilaporkan terdapat debu vulkanik di area Bandara Banyuwangi.

Lewat penerbitan NOTMC tersebut, keputusan penutupan Bandara Banyuwangi sejak Selasa (3/7/2018) pukul 03.40 WIB diperpanjang, yakni dari semula pada 09.00 WIB diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB.

Baca: Terkait Dugaan Malapraktik, RS Grha Kedoya Jakarta Barat Ulur Waktu Berikan Keterangan

"Berdasarkan observasi stakeholder penerbangan di Bandara Banyuwangi pada pukul 08.30 WIB, terdapat debu vulkanik di area Bandara Banyuwangi. AirNav menerbitkan NOTAMC 7024/18 memperpanjang estimasi penutupan Bandara Banyuwangi sejak pukul 08.57 WIB - 15.00 WIB," tulis admin @AirNav_official pada Selasa (3/7/2018) pukul 09.15 WIB. (https://t.co/xiEsDON1Kp)

Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Gunung Agung kembali erupsi pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA.

Ledakan tercatat dengan tinggi kolom abu teramat sekitar 2.000 m di atas puncak atau sekitar 5.142 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi sekitar 7 menit 21 detik.

Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 kilometer.

Baca: Hari Ini Pengumuman Tes SBMPTN 2018, Coba Cek Linknya di Sini

Bersamaan dengan penetapan status Gunung Agung pada Level III atau Siaga, masyarakat di sekitar Gunung Agung maupun wisatawan dilarang berada dan melakukan aktivitas di Zona Perkiraan Bahaya, yakni area dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Imbauan pun berlaku kepada masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Seluruhnya diminta agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder, berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. (dwi)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved