Gulungan Kabel di Proyek Stasiun MRT Lebak Bulus Terbakar, Bukan karena Korsleting Listrik

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan telah dilakukan pembersihan di lokasi pagi ini," ungkapnya.

ISTIMEWA
Gulungan kabel (cable drum) di lokasi jalur layang (viaduk) MRT Jakarta dekat Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 02.35. 

GULUNGAN kabel (cable drum) di lokasi jalur layang (viaduk) MRT Jakarta dekat Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 02.35.

Sugeng, Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Selatan menyatakan, pihaknya mengerahkan dua unit mobil pompa dengan personel 10 orang, untuk memadamkan kobaran api.

"Yang terbakar kabel listrik di dalam lokasi proyek MRT. Dugaan penyebab masih dalam penyelidikan. Situasi sudah dapat dipadamkan oleh petugas. Selesai penanganan pukul 03.34 WIB," ujar Sugeng, Selasa (3/7/2018).

Baca: Ikut Program Bawaslu, Warga Asing Pantau Pemungutan Suara di TPS 01 Pekayon Jaya Bekasi

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menyatakan, insiden tersebut terjadi setelah pemasangan kabel di lokasi yang telah selesai dua jam sebelum kejadian, dan di lokasi kejadian sudah tidak ada pekerja.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan telah dilakukan pembersihan di lokasi pagi ini," ungkapnya.

Ia memastikan, kegiatan proyek tetap berjalan seperti biasa.

Gulungan kabel (cable drum) di lokasi jalur layang (viaduk) MRT Jakarta dekat Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 02.35.
Gulungan kabel (cable drum) di lokasi jalur layang (viaduk) MRT Jakarta dekat Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 02.35. (ISTIMEWA)

"Kami sampaikan bahwa insiden tersebut tidak berdampak kepada progress pekerjaan di lapangan. Penyebab dari insiden tersebut saat ini masih dalam investigasi di lapangan," jelasnya.

"Bersama ini juga kami sampaikan bahwa informasi yang beredar, baik di media massa maupun media sosial tentang penyebab insiden karena korsleting adalah tidak benar, karena di lokasi
tersebut tidak/belum ada aliran listrik," paparnya.

Tubagus menambahkan, setelah proses investigasi, selanjutnya akan ditentukan langkah-langkah korektif dan preventif untuk mencegah timbulnya kejadian serupa di kemudian hari.

Baca: Deddy Mizwar: Saya Hanya Menyiapkan Kemenangan

"Hasil investigasi awal diperkirakan dapat kami peroleh dalam 1x24 jam, dan akan kami
sampaikan kembali kepada media dan publik," tuturnya.

Menunggu hasil investigasi, langkah-langkah pengamanan yang dilakukan di antaranya adalah memastikan penempatan material yang berpotensi terbakar di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan sumber api.

"Selain itu, dilakukan peningkatan intensitas pemeriksaan setelah pekerjaan apa pun
dikerjakan di lapangan, untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang tertinggal setelah selesai pekerjaan," beber Tubagus Hikmatullah. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved