Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Batal Datangkan Robot Pengangkat, Besok Basarnas Hentikan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Bambang mengaku sudah berkonsultasi dengan pakar atau ahli tentang pengoperasian alat tersebut.

Batal Datangkan Robot Pengangkat, Besok Basarnas Hentikan Pencarian Korban KM Sinar Bangun
ISTIMEWA
Robot ROV merekam visual korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba. 

PENCARIAN hari ke-14 korban hilang KM Sinar Bangun belum ditemukan. Selama pencarian, Tim Basarnas gabungan telah mengkerahkan alat canggih, penyelam andal, dan kapal-kapal untuk mencari 164 korban hilang di Danau Toba.

Rencananya pada hari ke-14 hingga 16, atau tiga hari penambahan masa pencarian, Basarnas berencana mendatangkan robot atau ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk dibawa ke permukaan, dari Surabaya, Jawa Timur.

Namun, rencana itu dibatalkan. Direktur Operasi Basarnas Brigjen Bambang Suryo Aji mengaku tak dapat mendatangkan alat tersebut. Karena, untuk mendatangkan alat tersebut membutuhkan waktu satu bulan.

Baca: Bakal Kumpulkan Keluarga Korban KM Sinar Bangun, Bupati Simalungun Tawarkan Dua Opsi Ini

"Kita harus melihat kondisi korban. Datang satu bulan dan belum lagi rakitnya, bisa dua bulan. Kita harus melihat kondisi ini," katanya usai pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (1/6/2018).

Bambang mengaku sudah berkonsultasi dengan pakar atau ahli tentang pengoperasian alat tersebut.

"Saya tanya ahli-ahli luar negeri yang mengerti tentang ini. Mereka bilang ini sudah 14 hari, sudah tidak bisa lagi," jelasnya.

Baca: Robot ROV Temukan Mayat Korban KM Sinar Bangun di Dasar Danau Toba, Ini Penampakannya

Bambang yang memimpin pencarian di titik jatuhnya kapal maupun di titik temuan mayat oleh ROV, mengaku ini pertama kali pihaknya melakukan pencarian dengan kedalaman 450 meter. Bambang memastikan pencarian akan ditutup pada Selasa (3/7/2018) besok.

"Kita tutup pencarian, tetapi tim Basarnas di Parapat tetap berjaga jika memang ada ditemukan mayat atau pun puing-puing kapal yang mengapung," paparnya. (Tommy Simatupang)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved