Mendikbud: Tidak Boleh Lagi Ada Sekolah Favorit dan Tidak Favorit

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan mulai saat ini tidak ada lagi kastanisasi sekolah.

Mendikbud: Tidak Boleh Lagi Ada Sekolah Favorit dan Tidak Favorit
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di SMKN 26 Jakarta, Sabtu (30/6/2018). 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan mulai saat ini tidak ada lagi kastanisasi sekolah.

"Tidak boleh lagi ada sekolah favorit dan tidak favorit, sebab lulusan sekolah favorit dan tidak favorit itu menjadi tanggung jawab negara semua," ujar Muhadjir di SMKN 26 Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Oleh sebab itu, untuk menyamaratakan, kata Muhadjir, sistem zonasi atau domisili tahun ini dijadikan tahap pertama saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dengan kuota yang cukup besar, yakni 55 persen.

Baca: Ada TPS Bernuansa Piala Dunia 2018 di Kota Tarakan

"Ingat, jika lulusannya dari sekolah tidak favorit, lulusannya juga tidak bermutu, karena itulah semua sekolah harus favorit. Tidak boleh lagi ada favoritisme," tegasnya.

Ia menyimpulkan, sekolah favorit bukanlah hasil kinerja sekolah, namun karena perkumpulan anak pandai dan berkecukupan gizinya.

"Saya sangat menghormati kerja guru-guru yang ada di sekolah favorit itu. Tapi coba dievaluasi, apa betul itu sepenuhnya kerja sekolah? Bukankah itu perkumpulan anak pandai, anak orang berkecukupan?" Tuturnya.

Baca: Jokowi Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersatu Padu, Apapun Pilihan Politiknya

"Maka wajar jika dia mendapatkan dukungan fasilitas sekolah yang lengkap. Bukan hanya dari sekolah, tapi dukungan dari keluarga. Anaknya juga gizinya bagus, terus otaknya cerdas, dan itulah kemudian dia menjadi sekolah yang unggul," sambung Muhadjir.

Ia berpesan, jika ingin memiliki sekolah berkualitas, maka harus menghilangkan sudut pandang dan tidak membedakan kualitas sekolah.

"Kalau kita ingin maju, berkualitas, maka ini harus dihilangkan. Karena itu saya mengimbau kepada orangtua yang masih ngotot ingin anak masuk sekolah favorit, lupakan itu. Sekolah di mana pun anak itu, kalau dia memang hebat, pasti dia akan hebat. Percayalah, jangan terlalu memaksakan," papar Muhadjir. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved