Sudin Dukcapil Jakpus Sisir Pendatang Baru di Kelurahan Paseban

Operasi pendataan pendatang baru dilakukan dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB, di Pos RW 05, Jalan Salemba Bluntas.

Sudin Dukcapil Jakpus Sisir Pendatang Baru di Kelurahan Paseban
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Sudin Dukcapil Jakarta Pusat saat melakukan pendataan kepada para pendatang baru maupun lama yang bermukim di Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). 

SUKU Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat melakukan pendataan kepada para pendatang baru maupun lama yang bermukim di Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat Remon Mastadian menyampaikan operasi pendataan pendatang baru dilakukan dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB, di Pos RW 05, Jalan Salemba Bluntas.

"Kegiatan ini untuk melakssanakan pendataan pendatang baru pasca Hari Raya Idulfitri. Sekarang kita baru mendata sekaligus melalukan sosialisasi ke masyarakat, sekaligus memberikan pelayanan juga ke masyarakat yang memang pada saat kita melakukan pendataan, dia kebetulan ada di rumah. Kemudian kita data langsung kita buatkan surat keterangan domisili dia sesuai dengan alamatnya," ucap Remon di lokasi.

Petugas Sudin Dukcapil Jakarta Pusat saat melakukan pendataan kepada para pendatang baru maupun lama yang bermukim di Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).
Petugas Sudin Dukcapil Jakarta Pusat saat melakukan pendataan kepada para pendatang baru maupun lama yang bermukim di Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Ada tiga RT yang jadi target operasi pendataan yakni RT 01, 03 dan 05.

Remon menyampaikan berdasarkan informasi dari Camar Senen dan Lurah Paseban, wilayah tersebut banyak ditempati oleh penghuni kost yang notabene bekerja sebagai perawat di RSCM atau Carolus.

Berdasarkan temuan, banyak dari mereka yang tidak melaporkan keberadaannya ke RT, RW dan kelurahan.

Oleh sebab itu, pihaknya pun melakukan operasi jemput bola dengan cara menyambangi setiap tempat kos.

"Ada sekitar 60 orang petugas gabungan, itu terdiri dari unsur kecamatan, kelurahan, Satpol PP, Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Perumahan terkait izin koskosannya, terus Sudin Kependudukan baik yang bertugas di kecamatan, kelurahan dan sudin kita bantu di sini pelaksanaannya," kata Remon. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved