Breaking News:

Pilkada Bekasi 2018

11 Kasus Pelanggaran Ditemukan Panwaslu Kota Bekasi saat Pilkada 2018

Jadi tidak sampai tingkat Panwas Kota, ditingkat Panwas Kecamatan sudah diselesaikan setelah klarifikasi.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Ketua Panwaslu Novita Ulya Hasyuti (Kanan) bersama Staf Koordinator Divisi Penindakan, Usman (kiri) saat memberikan keterangan, di kantor Panwaslu Kota Bekasi, Kamis (28/6). 

WARTAKOTA, BEKASI---- Saat Pilkada Serentak 2018 di Kota Bekasi, Rabu (27/6/2018) terjadi 11 kasus pelanggaran.

Pelanggaran tersebut diungkapkan oleh Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti.

Menurut Novita, kasus itu terdiri atas kampanye yang dilakukan saat hari pencoblosan, kekurangan surat suara, dan persyaratan yang tidak dimiliki pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

"Semua sudah dapat diselesaikan dengan penanganan sengketa cepat," ucapnya di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Kamis (28/6/2018).

Baca: 150 Polisi Jakarta Utara Bantu Amankan Pilkada Bekasi

"Jadi tidak sampai tingkat Panwas Kota, ditingkat Panwas Kecamatan sudah diselesaikan setelah klarifikasi," tuturnya lagi.

Menurut dia, tidak ada penahanan karena tidak ada unsur pidana yang dilakukan setelah hasil interograsi tim Penegaklan Hukum Terpadu (Gakkumdu) oleh Panwaslu, Kepolisian dan Kejaksaan Negri Kota Bekasi.

Berikut 11 kasus pelanggaran yang ditemukan Panwaslu Kota Bekasi pada 27 Juni 2018:

1. TPS 26 RT 003 RW 05 Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang.

Kasus: Pengawas TPS adalah tim kampanye nomor urut 2 Nur Supriyanto-Adhy Firdaus.

Setelah diketahui oleh saksi yang melihat akun media sosial petugas TPS tersebut yang pernah ikut kampanye di lapangan multiguna Kota Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved