Warga Sebut Suami Tersangka Penjual Miras Oplosan Pensiunan Polisi

POLRES Metro Jakarta Barat masih terus mendalami kasus tewasnya 8 warga di Cengkareng Timur akibat miras oplosan.

Warga Sebut Suami Tersangka Penjual Miras Oplosan Pensiunan Polisi
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Rumah Sari alias SR (60) di Jalan Kincir Raya, RT 08/06, Cengkareng, Jakarta Barat, tersangka penjual serta pembuat minuman keras (miras) oplosan. 

POLRES Metro Jakarta Barat masih terus mendalami kasus tewasnya 8 warga di Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga di dekat kediaman tersangka penjual miras, SR (60), di Jalan Kincir Raya RT 06/008, Kelurahan Cengkareng Timur, bila SR melakoni berjualan miras oplosan sejak tahun 2005.

Warga pun mengetahui jika SR dapat berjualan bebas miras oplosan karena sang suami atas nama Bambang, diketahui pensiunan polisi. Di mata warga, suami SR tersebut galak dan juga tertutup.

"Nenek Sari (SR) kan jualannya sudah terbilang lama Pak. Sekitaran tahun 2005. Makanya Sari ini sudah ditegur warga sekitar. Akan tetap, dia tetap saja nekat jualan. Mungkin aja, itu dianya bebas berjualan karena si suami. Ya, suaminya pensiunan polisi berpangkat brigadir kalau tak salah. Jarang ngobrol. Galak orangnya. Malah, tertutup," ujar salah satu tetangga SR berinisial MN (30), Rabu (27/6/2018).

Warga lainnya, UN (40) juga mengungkapkan hal yang sama. Tersangka SR, sering dapatkan teguran warga agar tak menjual lagi minuman keras oplosan. Tak banyak warga menegurnya, karena sosok sang suami SR yang galak.

"Hanya beberapa orang saja yang mau tegurin SR. Memang dasarnya keras kepala dan suami si tersangka (SR) ini kan pensiunan polisi juga. Maka itu, banyak juga yang malas tegur, malas menyapa baik-baik. Karena memang suaminya tersangka ini latar belakangnya itu kan sempat menjadi anggota polisi. Galak juga. Tapi warga bersyukur juga sudah tertangkap," ungkapnya.

Berawal kejadian ada enam warga yang tewas lantaran menenggak miras oplosan di hari dan waktu yang berbeda. Sebelumnya, Kombes Pol Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengki Haryadi menerangkan, tewasnya korban keenam, buat kasus tersebut menjadi terungkap.

Sebelumnya, tak ada satu pun laporan korban meninggal karena miras oplosan. Mirisnya ada dua korban lainnya yang tewas, sehingga total korban menjadi delapan orang.

Terkait hal sosok suami tersangka, AKBP Edy Suranta Sitepu sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, mengatakan singkat divia pesan singkat, jika sampai kini masih didalami pihaknya.

"Masih didalami soal itu," singkatnya.

Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved