Krisis Semenanjung Korea

Demi Denuklirisasi Korut, AS dan Korsel Tangguhkan Latihan Militer Gabungan

Penangguhan akan berdampak pada latihan militer terbesar yang dikenal dengan sebutan 'Ulchi Freedom Guardian' Agustus nanti.

AFP/Jung Yeon Je via Kompas.com
ANGGOTA tim Angkatan Laut AS berdiri di depan pesawat tempur di dek kapal induk Nimitz USS Carl Vinson selama latihan militer gabungan Korea Selatan-AS di laut timur Semenanjung Korea pada 14 Maret 2017. 

MILITER Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (19/6/2018) mengumumkan penangguhan latihan gabungan berikutnya.

Keputusan ini diambil menyusul ikrar Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan latihan militer dengan Korsel, setelah bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Singapura pada pekan lalu.

Kementerian Pertahanan menyampaikan, penangguhan akan berdampak pada latihan militer terbesar yang dikenal dengan sebutan Ulchi Freedom Guardian pada Agustus mendatang.

Baca: Demi Denuklirisasi Korut Trump Putuskan Ini, Korsel dan Pentagon pun Terkejut

"Korsel dan AS berencana melanjutkan pembahasan untuk tindakan lebih lanjut," demikian pernyataan dari Kemenhan Korsel.

"Tidak ada keputusan yang diambil untuk latihan selanjutnya," imbuhnya.

Ada sekitar 17.500 personel militer AS yang terlibat dalam latihan militer Ulchi Freedom Guardian.

"Tidak ada keputusan yang dibuat mengenai latihan perang berikutnya," kata juru bicara Pentagon Dana White.

White mengatakan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton akan bertemu akhir pekan ini di Pentagon untuk membahas masalah tersebut.

Pekan lalu, Trump mengatakan AS akan menghentikan latihan militer gabungan dengan Korsel, tanpa memperjelas kapan penangguhan akan dimulai.

Pasukan AS dan Korsel telah berlatih bersama selama bertahun-tahun dan secara rutin memoles kemampuan dalam hal apa saja, termasuk pendaratan pantai hingga menangani invasi dari Utara.

Korut biasanya bereaksi dengan kemarahan mengetahui AS dan Korsel menggelar latihan militer gabungan.

Baca: Sanksi Korut Tetap Berlaku sampai Denuklirisasi Terealisasi Penuh

Setelah latihan militer gabungan pada tahun lalu, Korut menembakkan rudal balistik melewati Jepang sehingga memicu kekhawatiran global.

Pada pertemuan puncak mereka di Singapura, Trump dan Kim menandatangani pernyataan bersama, di mana Korut berkomitmen menuju denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea. 

Di sisi lain, Pompeo menekankan sanksi akan tetap berlaku sampai Korut melakukan denuklirisasi penuh, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS dan Korea Selatan Sepakat Tangguhkan Latihan Militer Gabungan"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved