PKL Langsung Marak Lagi Hiasi Kawasan Kota Tua

Marak PKL liar di Kota Tua, saat ini, nampak, petugas Satpol PP pun tak berdaya lagi untuk menertibkannya.

PKL Langsung Marak Lagi Hiasi Kawasan Kota Tua
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar. 

PASCA perayaan lebaran dan masih memasuki momentum cuti bersama, Kawasan Kota Tua ramai dikunjungi ribuan wisatawan baik lokal serta asing, Senin (18/6/2018).

Keramaian Kota Tua pun berubah menjadi semrawut karena ramainya Pedagang Kali Lima (PKL).

Nampak, beberapa mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jakarta Barat, hanya parkir di pinggir jalan.

Di dalam mobil itu ada beberapa anggota Satpol PP terlihat sibuk memainkan ponselnya dan berbincang dengan anggota Satpol PP lainnya.

Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar.
Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Sesekali, anggota Satpol PP itu pun hanya asik selfie dengan anggota lainnya dan mengunduh ke akun media sosial (medsos)-nya. Bahkan di lokasi ada anggota Satpol PP lain juga terlelap di dalam mobil patroli.

Pengawasan ataupun penjagaan terhadap PKL liar yang berdagang di trotoar, dan juga sarana umum lainnya, terlihat dibiarkan begitu saja.

Di lokasi, para PKL ini bahkan membuat arus lalu-lintas (lalin) tersendat parah, akibat banyaknya pengendara jajan dan menepikan kendaraanya dipinggiran jalan.

"Semrawut, kebanyakan PKL-nya dibandingkan pengunjungnya. Nyebrang susah karena kerap macet jalanannya. Macetnya lantaran PKL-nya juga lah. Jualan di trotoar. Kami pengunjung di sini susah juga mau lewat. Sampahnya banyak juga karena bekas dagangan PKL ini. Dilihat ya jadi mumet juga. Liburan jadi enggak nyaman," tutur Selfi (32) salah seorang pengunjung Kota Tua.

Nampak para PKL yang rata-rata jual makanan dan minuman ringan ini semakin betah jajakan dagangannya di berbagai sarana umum, akibat banyak pengunjung yang membeli.

Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar.
Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Marak PKL liar di Kota Tua, saat ini, nampak, petugas Satpol PP pun tak berdaya lagi untuk menertibkannya.

"Sebenarnya, mau yang namanya sebelum dan sesudah lebaran kek, natalan kek, nyepi kek ya, tiap hari juga saya jualannya di trotoar. Emang ada petugas Satpol PP, cuman fungsinya saat ini cuman ngatur lalin di jalan. Kalau macet ya, Satpol PP bantu Pak Polisi di sini. Kami yang PKL ya tenang-tenang aja dagang. Mungkin ya petugas Satpolnya udah mulai bosan," ungkap Yendhi (31), pedagang mainan anak dan baju-baju bergambar Kota Tua di trotoar Kawasan Kota Tua.

Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar.
Fokus jualan saja pengakuan PKL. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Yendhi, mengaku tak perduli dengan apa yang dilakukan petugas Satpol Pp. Apabila ia dapat teguran petugas, Yendhi mengakui cukup beri uang rokok ke petugas Satpol Pp.

"Yaelah, kasih aja duit rokok juga diam. Fokus jualan saja saya tugasnya. Asal jangan jualan di tengah jalan aja. Jualan pinggir jalan atau juga jualan di trotoar, dibolehin kok. Intinya, datang petugasnya kasih Rp 25.000, Rp 50.000, sudah senang mereka. Ya mereka juga butuh makan, rokok, minum. Semua PKL di sini juga paham," ungkapnya kembali.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved