Minggu, 19 April 2026

Komando Pasukan Katak (Kopaska) Diterjunkan Cari Buaya di Tanjung Priok

SATUAN Komando Pasukan Katak (Kopaska) diterjunkan mencari buaya di sekitar Dermaga Sunda Pondok Dayung, Jakarta Utara, Jumat (15/6/2018).

Penulis: Junianto Hamonangan |
Istimewa
ILUSTRASI Buaya 

SATUAN Komando Pasukan Katak (Kopaska) diterjunkan mencari buaya di sekitar Dermaga Sunda Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/6/2018)

Hal itu menyusul penembakan terhadap seekor buaya yang muncul di wilayah itu tapi tak tuntas pada Kamis (14/6/2018).

Buaya itu kabur usai ditembak dan tak diketahui arahnya. Sehingga dikhawatirkan masuk ke rumah-rumah warga. 

Makin mengkhawatirkan usai buaya itu muncul kembali pada Jumat (15/6/2018), dan ditembak lagi, tetapi kembali kabur. 

Baca: Sempat Ditembak, Buaya yang Muncul di Pondok Dayung Diduga Masih Hidup

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengatakan buaya sepanjang 2,5 meter itu sempat muncul kembali sekitar pukul 06.30 WIB tadi pagi.

“Buaya tersebut sempat ditembak dan kena bagian belakang kepala. Namun setelah itu buaya tenggelam dan sampai sekarang masih dilakukan penyisiran,” ungkap Agung, Jumat (15/6/2018).

Agung mengatakan sesuai dengan perintah Pangkoarmada 1, saat ini pihaknya telah membentuk tim pemburu khususnya Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dengan menggunakan perahu karet serta senjata laras panjang.

“Kemungkinan besar masih hidup karena kondisinya nggak mengapung. Kalau mati kan otomatis ngapung, masih dalam pencarian. Posisinya juga sudah bukan ke arah barat, kalau barat kan ke sekitar Ancol, ini ke arah timur,” ujar Agung.

Menurut Agung, kemunculan buaya tersebut adalah untuk pertama kalinya.

“Tapi kita nggak bisa memperkirakan ini datang dari mana, wilayah mana karena baru pertama dan tiba-tiba muncul,” ucapnya.

Meski demikian pihaknya juga sudah melaksanakan koordinasi dan menginformasikan kepada instansi terkait yang ada di kawasan pelabuhan dan dermaga.

“Jadi kita sudah informasikan, ini untuk antisipasi bahaya munculnya buaya di lokasi lain,” tuturnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved