VIDEO: Begini Olah TKP Tuk Pastikan Temuan Mayat Leher Tergorok di Toilet SPBU di Depok

Polresta Depok memastikan bahwa pria yang ditemukan tewas dengan leher tergorok di toilet SPBU adalah korban bunuh diri.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi

KEPOLISIAN Resort Kota (Polresta) Depok memastikan bahwa pria yang ditemukan tewas dengan leher tergorok di toilet SPBU di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, Selasa (12/6/2018) malam adalah korban bunuh diri.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kompol Bintoro hal itu dipastikan setelah pihaknya melakukan olah TKP, memeriksa CCTV, memeriksa saksi, serta mengungkap identitas korban serta meminta keterangan keluarganya.

"Dari semua rangkaian penyelidikan yang kami lakukan itu,  ada 4 hal sebagai petunjuk yang bersangkutan adalah bunuh diri," kata Bintoro kepada Warta Kota, Rabu (13/6/2018).

Empat petunjuk itu kata dia, pertama adalah dari 3 saksi mata yang diperiksa di TKP, semua menyatakan bahwa toilet di SPBU dimana korban ditemukan, terkunci dari dalam.

"Dan para saksi membukanya harus didobrak dan menemukan korban tewas dengan luka senjata tajam di lehernya," kata Bintoro.

Petunjuk kedua, kata Bintoro, hasil rekaman CCTV yang menyorot ke TKP khususnya di toilet, menunjukkan bahwa yang bersangkutan masuk cuma seorang diri dan langsung menguncinya.

"Tidak ada orang lain yang masuk ke dalam sampai pintu toilet di dobrak oleh para saksi," kata Bintoro.

Petunjuk ketiga tambahnya ada bukti struk pembelian pisau dari salah satu tempat penjualan atau swalayan yang didalamnya tercantum harga pisau yang dibeli.

"Struk pembelian pisau ini kami dapat di saku korban," kata Bintoro.

Dan petunjuk ke empat atau terakhir katanya adalah keterangan dari keluarga bahwa sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri pada 2016 lalu.

"Karena semua petunjuk itu, polisi menyimpulkan motif korban adalah bunuh diri karena gangguan kejiwaan," kata Bintoro.

Bintoro menjelaskan korban adalah bernama inisial YR, yang lahir di Rangkas, dan berusia 37 tahun.

"Korban sesuai identitas KTP beralamat di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Namun saat ini berdomisili di Kampung Serab,  Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok," kata Bintoro.

Menurut Bintoro dari keterangan keluarga korban, diketahui bahwa pada tahun 2016, korban pernah mencoba bunuh diri dengan cara yang sama yakni menggorok lehernya sendiri di kamar rumahnya di Rawageni, Depok.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved