Breaking News:

Satpol PP Depok Tangkap Lagi Pemasang Spanduk Liar

Mereka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pemasang spansuk liar tak berizin di Kota Depok, Rabu (13/6/2018) dinihari. OTT pemasang spanduk liar itu kali ini dilakukan di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok. 

Mereka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

"Sejak April sudah kita tetapkan bahwa ada operasi tangkap tangan kepada pemasang spanduk liar di Depok dan akan diajukan ke pengadilan karena tipiring," kata Yayan.

Dengan begitu kata dia diharapkan akan timbul efek jera, sehingga mereka tidak lagi memasang spanduk liar di tengah dan sudut Kota Depok.

"Dengan ini, diharapkan penertiban spanduk liar yang kami lakukan akan lebih efektif. Sebab selama ini, setelah penertiban spanduk liar, tak lama kemudian terpasang spanduk atau reklame liar baru, bahkan lebih banyak" kata Yayan.

Menurut Yayan, kebijakan operasi tangkap tangan ini sekaligus diajukan ke meja hijau karena melanggar Perda Depok dan dijerat tipiring, adalah inovasi baru pihaknya.

Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Depok, Kusumo, menuturkan ide atas operasi tangkap tangan bagi pemasang spanduk liar ini adalah terobosan baru.

"Bagi saya ini inovasi dan terobosan baru agar pemasangan spanduk liar di Depok tidak lagi marak. Saya juga berharap ada masukan dan ide bari dari masyarakat termasuk wartawan," kata Kusumo.

Menurutnya untuk menyelesaikan masalah spanduk liar di Depok mesti dilakukan dari hulu atau sumbernya. Sehingga timbulah ide.operasi tangkap tangan dan mengajukannya ke meja hijau karena tipiring.

"Apalagi Perda Depok sudah mengakomodir itu. Jadi biar cepat beres masalah diselesaikan dari hulu. Harapannya juga mereka akan mengurus izin untuk pasang spanduk di Depok, sehingga pendapatan asli daerah atau PAD Kota Depok bisa naik," kata Kusumo.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved