Breaking News:

Satpol PP Depok Tangkap Lagi Pemasang Spanduk Liar

Mereka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pemasang spansuk liar tak berizin di Kota Depok, Rabu (13/6/2018) dinihari. OTT pemasang spanduk liar itu kali ini dilakukan di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok. 

Yayan menuturkan dari dua pelaku yang diamankan dan didata petugas hanya satu saja yang nantinya diajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum).

"Sebab kasusnya jadi satu, sehingga satu orang yang akan diajukan ke pengadilan," kata Yayan.

Dalam Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum), tambah Yayan pemasang spanduk liar atau ilegal, dianggap telah merusak estetika kota dan mengotorinya. Sehingga dianggap menganggu ketertiban umum.

Mereka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

"Kami harap dengan diajukan ke pengadilan menimbulkan efek jera. Juga berharap mereka atau orang yang menyuruh mereka melakukan pengurusan izin secara resmi sebelum memasang spansuk liar," papar Yayan kepada Warta Kota, Senin (11/6/2018).

Yayan mengatakan Satpol PP Kota Depok telah menetapkan, untuk menangkap secara langsung atau operasi tangkap tangan bagi siapapun pemasang spanduk dan reklame liar di Kota Depok sejak April 2018 lalu.

Sejak saat itu sampai kini sudah 6 orang pemasang spanduk liar berhasil di OTT Satpol PP Depok.

Mereka kemudian di data dan disita identitasnya, untuk kemudian diajukan ke meja hijau atau ke sidang Pengadilan Negeri (PN) Depok, karena telah melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

Sebab mereka dianggap telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum yang biasa dikenal dengan Perda Tibum.

Pemasang spanduk liar atau ilegal, dianggap telah merusak kota dan mengotorinya sehingga dianggap menganggu ketertiban umum.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved