Breaking News:

Kerja Keras Islandia Selama 88 Tahun Berbuah Manis

Islandia bahkan harus berguru kepada Norwegia pada sekitar akhir 1990, untuk membuat rumput artifisial.

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Yaspen Martinus
irishtimes.com
Timnas Islandia 

KESABARAN dan kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil akhir. Tim Nasional (Timnas) Islandia bisa menjadi contoh konkret dari kalimat bijak itu.

Sebab, timnas sepak bola negara berpenduduk tak lebih dari 335 ribu jiwa itu tidak lelah bekerja keras dan bersabar selama 88 tahun, untuk bisa menembus level sepak bola tertinggi dunia.

Setelah gagal 13 kali pada babak kualifikasi, tim berjuluk Strakarnir okkar (Our Boys) itu akhirnya membuat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya menuju putaran final Piala Dunia. Ya, timnas ranking 22 dunia itu bakal berlaga di Piala Dunia edisi ke-21 yang bakal digelar di Rusia pada 14 Juni–15 Juli 2018.

Baca: Soal Peluang Jadi Cawapres Jokowi, Airlangga Hartarto: Kita Tunggu Sesudah Pilkada Ya

Usaha negara beriklim unik di mana malam hari lebih lama saat musim dingin dan siang yang panjang di musim panas itu, akhirnya berbuah manis.

Berada di negara beriklim seperti itu membuat warga Islandia, terutama anak-anak, kesulitan mencari waktu untuk bermain sepak bola.

Islandia bahkan harus berguru kepada Norwegia pada sekitar akhir 1990, untuk membuat rumput artifisial. Selama 16 tahun mereka berusaha menciptakan 30 lebih lapangan indoor dan 150 miniarena, agar bisa bermain sepak bola tanpa harus menggigil dan membeku karena angin kencang dan udara yang dingin menusuk tulang.

Baca: Empat Pencuri di Ciputat Pecahkan Kaca Mobil Lalu Gondol Rp 100 Juta dan 18 Ribu Dolar Singapura

Presiden Federasi Sepak Bola Islandia (KSI) Gudni Bergsson mengakui, lolosnya mereka ke Piala Dunia ibarat mimpi. Sebab, sejak 1930 mereka hanya bisa menyaksikan perhelatan akbar tersebut dari layar televisi.

Di kualifikasi Piala Dunia 2018, Islandia menjadi juara Grup I zona Eropa, menyingkirkan Finlandia, Kosovo, Turki, dan Ukraina. Mereka total mengumpulkan 22 poin dari tujuh kali kemenangan, dua kali kalah, dan sekali seri. Mereka melampaui Kroasia yang sudah empat kali lolos ke Piala Dunia, dengan selisih dua poin.

Di kualifikasi Piala Dunia 2014, Islandia tersingkir oleh Brasil di babak playoff. Tak mau lama-lama bersedih, Islandia menunjukkan kebangkitan di Piala Eropa 2016 di Prancis. Skuat asuhan Heimir Hallgrímsson ini sanggup melenggang hingga babak perempat final, dan sukses mempermalukan dua tim raksasa dunia, Belanda dan Inggris, di babak penyisihan grup dan 16 Besar.

Baca: Jokowi Naikkan Gaji Babinsa 771 Persen Mulai Bulan Depan, Paling Kecil Bakal Terima Rp 2,7 Juta

Dukungan suporter fanatik mereka yang memiliki ciri khas tepukan Viking Clap, menjadi faktor utama Islandia tampil trengginas di Piala Eropa 2016, yang akhirnya dijuarai oleh Portugal itu.

"Itu menunjukkan bagaimana kami sangat menginginkan ini. Melihat ke belakang, saya pikir kami telah berkembang sangat pesat setelah enam atau lima tahun lalu. Kami tidak bisa menunjukkan permainan terbaik," tutur Gylfi Sigurdsson, pahlawan Islandia yang membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2018.

"Kami tahu bagaimana buruk dan kecewanya saat hampir bisa meraih sesuatu tapi kemudian hilang. Tapi sekarang kami lebih siap mengatasi setiap lawan, karena saat ini kami sama kuat dan bagusnya dengan mereka," sambung gelandang Everton itu.

Baca: Alami Kecelakaan di Tol Tanjung Priok, Annisa Bahar Shock Berat

Meski percaya diri mampu bersaing, Islandia juga sangat realistis meliaht peluang mereka yang berada satu grup bersama Nigeria, Argentina, dan Kroasia. Ketiganya merupakan tim kuat, dan lebih banyak pengalaman di Piala Dunia.

Sebagian pemain Timnas Islandia pernah berlaga di Indonesia dalam laga uji coba pada 14 Januari 2018. Albert Gudmundsson yang merupakan pemain sayap PSV Eindhoven, mencetak hattrick saat Islandia mengalahkan Timnas Indonesia 4-1 pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta itu.

Sebelumnya pada 11 Januari 2018, Islandia menang telak 6-0 atas Indonesia Selection dalam pertandingan uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved