Lebaran 2018

Musim Mudik, Sampah DKI Jakarta Berkurang

Bukan hanya kemacetan, jumlah sampah di DKI Jakarta dilaporkan berkurang selama musim mudik Lebaran 2018.

Musim Mudik, Sampah DKI Jakarta Berkurang
Istimewa
Suasana sejumlah kawasan Ibu Kota yang bersih selama musim mudik Lebaran 2018. 

Bukan hanya kemacetan, jumlah sampah di DKI Jakarta dilaporkan berkurang selama musim mudik Lebaran 2018.

Jumlah sampah diperkirakan hanya mencapai separuh dari total sampah hasil produksi harian Ibu Kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji berdasarkan jumlah sampah terdata di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat pada sebelum maupun selama bulan Ramadan tahun 2018.

Produksi sampah selama bulan puasa katanya mengalami peningkatan empat persen atau sekitar 289 ton, yakni dari semula sebanyak 7.710 ton per hari menjadi sebanyak 7.999 ton per hari.

Peningkatan sampah katanya disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya konsumsi pada saat berbuka puasa dan sahur.

Adapun jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya.

"Meski terjadi peningkatan timbulan sampah saat Ramadan, keadaan demikian akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran (H-6 sampai dengan H+6), ini terjadi karena dimulainya cuti bersama dan libur lebaran. Pada saat itu banyak warga Jakarta yang melakukan mudik," jelasnya dihubungi pada Selasa (12/6/2018).

Namun selepas libur panjang Lebaran, puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9 dan H+10, setelah itu kembali ke rata-rata timbulan normal.

Peningkatan tonase disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya karena sudah berakhir masa cuti bersama.

Selain itu, tukang gerobak yang sempat mudik telah kembali bertugas, sehingga akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah di rumah tangga mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), sehingga distribusi sampah ke TPST Bantargebang tertunda.

"Sebagian besar petugas kebersihan pada saat Lebaran tetap bertugas. Hanya sekitar 15 (lima belas) persen petugas yang diizinkan mudik Lebaran, sisanya tetap disiagakan. Kebijaksanaan memperbolehkan sebagian kecil personel kebersihan mengambil cuti, dikarenakan saat Lebaran timbulan sampah sedikit menurun dan sampah hanya menumpuk di tempat-tempat tertentu saja, seperti di lokasi digelarnya sholat Ied dan tempat wisata," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved