Depok Siapkan Opsi Sewa Gudang karena Hambatan Akses Jalan Kecamatan Limo

Jika sampai menjelang 27 Juni saat Pilgub Jabar digelar, akses jalan masih juga dipagar, maka distribusi logistik akan terganggu.

Depok Siapkan Opsi Sewa Gudang karena Hambatan Akses Jalan Kecamatan Limo
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Akses jalan ke Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, ditutup pagar beton selama 3 pekan terakhir ini. Penutupan dilakukan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yakni Suganda, sejak Selasa (10/4/2018) lalu dan masih terjadi hingga Jumat (4/5/2018). 

"Jika itu memang milik Suganda, biar pengadilan yang menentukannya," kata Nina.

Sebelumnya Suganda, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan di akses jalan ke Kecamatan Limo, Depok, dan telah menutup akses jalan itu dengan pagar drum beton, sejak April 2018 lalu, mengaku sangat menunggu sekali rencana Pemkot Depok membongkar paksa pagar drum betonnya itu.

"Saya tunggu Pemkot Depok membongkarnya. Setelah itu, mudah saja, tinggal saya laporkan ke Polisi kalau mereka melakukan pengerusakan pada pagar beton di lahan saya. Biar diciduk itu siapa yang berani bongkar," kata Suganda kepada Warta Kota, beberapa waktu lalu.

Karenanya ia mengaku senang jika Pemkot Depok berani membongkar paksa pagar drum beton miliknya. "Saya senang kalau Pemkot Depok berani bongkar paksa. Sebab dengan begitu mereka telah melakukan tindak pidana berupa pengerusakan barang milik saya," kata Suganda.

Mengenai rencana gugatan sebelum pembongkaran dilakukan, Suganda menilai langkah Pemkor Depok itu adalah hal ngawur.

"Masak lahan saya berdasar bukti sah, surat sertifikat hak milik tanah, digugat juga. Jadi itu ngawur dan tanda Pemkot Depok arogan, seperti preman. Mereka mau serobot lahan orang seenaknya," kata Suganda.

Bahkan bukti sertifikat itu katanya sudah beberapa kali ditunjukkan ke para pejabat Pemkot Depok termasuk BPN Depok, saat dirinya diundang rapat membahas lahan miliknya di akses jalan Kecamatan Limo tersebut pada Maret 2018 lalu.

"Bahkan BPN Depok dalam rapat itu mengakui bahwa lahan, sah milik saya dengan bukti sangat kuat, berupa sertifikat hak milik tanah. Jadi Pemkot Depok mau mengada-ngada dengan gugatan ngawur itu. Tapi ya silahkan saja. Saya siap hadapi. Simpel saja, tinggal saya tunjukkan sertifikat hak milik saya, selesai," kata Suganda.

Karenanya Suganda mempertanyakan bukti kepemilikan lahan Pemkot Depok yang sedang dikumpulkan dan akan dijadikan dasar gugatan.

"Karena, kalau Pemkot Depok memang punya bukti kuat lahan itu adalah milik mereka, kenapa pagar drum beton yang saya pasang menutup jalan, tidak mereka bongkar saja kemarin-kemarin? Aneh kan, jadi jelas Pemkot Depok ngawur dan mau mengada-ada," kata Suganda.

Suganda mengatakan berdasar sertifikat hak milik yang dipegangnya, ayahnya Joyo memiliki lahan seluas 2910 meter persegi di Limo atau di lahan di samping dan di depan Kantor Kecamatan Limo saat ini.

Dari 2910 meter persegi lahan miliknya itu, ada 345 meter persegi lahan yang diserobot Pemkot Depok, dan dijadikan akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo Depok.

"Sudah beberapa kali sejak puluhan tahun lalu, saya menuntut hak kami atas kepemilikan lahan yang dijadikan akses jalan masuk itu ke Pemkot Depok. Tapi selalu tak diindahkan dan mentah" katanya.

Suganda mengatakan lahannya dijadikan akses jalan masuk oleh Pemkot Depok sejak tahun 2000. Bahkan kata dia, sebelum itu, yakni sewaktu Depok masih bagian dari Kabupaten Bogor, sebagian lahannya di sana sudah diserobot sepihak oleh pemerintah daerah setempat.

"Karenanya saya menuntut hak saya kali ini, tapi malahan kami mau dizolimi lagi. Padahal sudah puluhan tahun kami dizolimi dimana lahan kami diserobot sepihak," katanya.

Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, dengan pagar beton, dilakukan Suganda sejak Selasa (10/4/2018) lalu.

Penutupan dilakukan dengan pemagaran jalan di sekitar 25 meter menjelang Kantor Kecamatan Limo.

Pemagaran menggunakan beberapa drum yang dijejer sekaligus dibeton di sepanjang lebar jalan sekitar 6 meter. Material kayu, batu dan besi juga ditumpuk di sekitarnya.

Jejeran drum, setinggi sekitar satu meter tersebut juga tampak dilumuri campuran semen dan kerikil.

Beberapa bata hebel ikut dipasang di sekitar drum sekaligus dicor semen.

Di atasnya dipasang sebuah spanduk kain selebar sekitar 4 X 1 meter. Spanduk bertuliskan larangan bagi siapapun agar tidak membongkar pagar tembok tanpa izin pemilik lahan.

Akibat penutupan akses jalan ini, kendaraan roda empat, tidak dapat melintas masuk menuju ke Kantor Kecamatan Limo, Depok.

Hanya sepeda motor yang bisa melintas dan masuk ke halaman Kantor Kecamatan Limo lewat sedikit ruang jalan yang tak dibeton di sebelah kanan.

Hal ini membuat warga dan pegawai kecamatan yang membawa mobil dan hendak menuju ke Kantor Kecamatan Limo, terpaksa memarkirkan kendaraannya agak jauh dari pintu gerbang Kantor Kecamatan Limo.(bum).

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved