Kesehatan Mental

Terjebak Maskulinitas Membuat Pria Sulit Curhat ke Orang Lain, Akhirnya Depresi

Persis seperti di dalam mobil, seseorang yang mengemudi mungkin tidak dapat mendengar jeda yang berderit, tetapi orang lain di luar mungkin saja.

Terjebak Maskulinitas Membuat Pria Sulit Curhat ke Orang Lain, Akhirnya Depresi
Chris Pizzello/AP
Anthony Bourdain 

Jika memerkirakan bahwa tujuh dari 10 orang ini adalah pria sejati, maka lebih banyak lagi 31.500 pria mengambil hidup mereka sendiri tahun itu.

Teori yang berkembang menyebutkan bahwa pria cenderung menggunakan obat-obatan dan narkoba dibandingkan perempuan untuk mengatasi masalah kesehatan mentalnya.

Dr Jonathan Gerkin, psikiater dari University of North Carolina, mengatakan, budaya di Amerika yang berlaku untuk seorang pria yaitu tidak mengondisikan pria untuk bersikap reflektif.

Pria juga tidak diajarkan untuk menerima emosinya sendiri dan hal ini membuat pria meredam rasa kesepiannya lebih mendalam.

Baca: Takut Ujian Bahasa Mandarin Jadi Motif Gadis SMP Ini Bunuh Diri

'Kesepian adalah perasaan yang menarik perhatian, dan jika pria tidak dapat merefleksikan dan menanggapi hal itu, mereka dapat terjebak dalam upaya menghilangkan perasaan itu dengan meminimalisir, bertindak macho, atau bertindak dengan cara yang berbahaya,' termasuk penyalahgunaan obat," ucapnya.

"Tindakan dilakukan di luar dirinya,  atau bisa diarahkan ke diri sendiri, seperti mengambil hidup seseorang," ucap Dr Gerkin lagi,

Dia mengatakan, kesepian terjadi pada laki-laki yang tidak 'beruntung. Bahkan, pihak keluarga justru ikut mendorongnya hingga menderita kesehatan mental.

Ketika mereka mencari pertolongan untuk mengatasi masalahnya, mereka dianggap tidak maskulin.  Akhirnya, para pria ini menjadi tidak yakin  harus mulai dari mana ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

Untuk memotivasi mengatasi masalah kesehatan mentalnya, seorang pria harus memiliki pengetahuan.

'Tapi ... katakan kamu punya teman laki-laki yang kamu pikir sedang berjuang  menghadapi kesehatan mentalnya. Anda tidak ingin memukul kepala mereka dengan "ada sesuatu yang salah dengan Anda, Anda harus diterapi," katanya,

Halaman
123
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved