Penumpang KRL Bisa Telantar karena KAI Operasikan Kereta Lebaran
Keterlambatan keberangkatan akan terjadi khususnya pada jadwal pagi dan malam hari.
Pengoperasian Kereta Lebaran yang dibuka PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama musim mudik Lebaran diakui Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wiwik Widayanti bakal memengaruhi jadwal perjalanan Commuter Line.
Keterlambatan keberangkatan diyakininya terjadi, khususnya pada jadwal pagi dan malam hari.
Terkait hal tersebut, pihaknya telah berkordinasi dengan PT KAI Daerah Operasi (Daops) 1 DKI Jakarta.
Sehingga, gesekan yang terjadi antara Kereta menengah ataupun jaraj jauh dengan Commuter Line dapat dikurangi.
"Kita koordinasi dengan Daops 1 supaya tidak terjadi keterlambatan (KRL) yang begitu tinggi. Kalau pelambatan itu biasanya karena ada kereta datang di pagi dan keberangkatan di malam hari. Sementara, kalau siang masih bisa kita atasi," kepada wartawan dalam jumpa pers di kantor PT KCI, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (7/6/2018).
Dirinya memaparkan, persinggungan secara teknis telah dipetakan pihaknya, seperti keberangkatan KA pada malam hari didominasi KA asal Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan pada hari, perjalanan didominasi KA balik dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Wiwik menjelaskan, apabila KA tersendat di Stasiun Manggarai maka perjalanan Commuter Line yang turut bermuara, seperti KRL Lintas Bogor atau Lintas Bekasi juga akan terpengaruh.
Untuk itu, KCI juga menambah jumlah petugas di sejumlah stasiun yang berpotensi mengalami kepadatan.
"Dari sisi operasi sudah melakukan pengaturan. Sehingga tidak saling tabrak tapi kalau mana kala ada yang terlambat biasanya akan terpengaruh," ujarnya
Sementara itu, terkait kepadatan selama musim lebaran, KRL katanya mengalami pelonjakan penumpang terutama di H+2 Lebaran. Hal itu terjadi di enam area operasional, yakni Bogor-Jakarta Kota, Bogor-Jatinegara, Cikarang-Jakarta Kota, Ragkasbitung-Tanah Abang, Tangerang-Duri dan Tanjung Priok-Jakarta Kota.
Hari Raya Idul Fitri tahun ini, PT KCI memprediksi jumlah penumpang meningkat hingga 8 persen. Diprediksi tahun ini akan ada 13,92 juta penumpang atau lebih 8 persen dari jumlah tahun lalu 12,86 juta. Adapun rekor volume tertinggi mencapai 1.154.080 penumpang per hari pada tanggal 14 Mei 2018.
"Penumpang tertinggi setiap Lebaran ada di Stasiun Tanah Abang dengan 165.212 penumpang tiap hari. Stasiun Bogor dengan 113.021 penumpang setiap hari dan 85.562 penumpang per hari," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/krl_20170320_062042.jpg)