Mudik Lebaran 2018

Ada Beberapa Hal Membuat Mudik 2018 Jauh Lebih Berat

Raddy R Lukman mengatakan, mudik Lebaran tahun 2018 ini jauh lebih berat dari tahun sebelumnya.

Ada Beberapa Hal Membuat Mudik 2018 Jauh Lebih Berat
Warta Kota/Muhamad Azzam
PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jakarta-Cikampek mengadakan apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan petugas dalam arus mudik dan balik Lebaran. 

WARTA KOTA, BEKASI---Kehebohan arus mudik Lebaran 2018 diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6).

Pengelola jalan tol harus kerja keras untuk memperlancar arus mudik.

General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, mengatakan, mudik Lebaran tahun 2018 ini jauh lebih berat dari tahun sebelumnya.

Baca: Arus Mudik, Ada BBM Kemasan Lima Liter di Tempat Istirahat dan Kantong Parkir

Hal itu dikarenakan berbagai faktor yang harus dihadapi. Pertama, pembayaran tol 100 persen menggunakan e-toll atau non-tunai.

Kedua, semua jalur mudik dari Jakarta hingga ke Surabaya sudah terkoneksi dengan jalan tol.

Ketiga, ada proyek di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Baca: Mudik Lebaran: Melintas di Jalan Tol, Jasa Marga Menyiapkan Informasi Kepadatan Lalu Lintas

"Jadi memang mudik kali ini jauh lebih berat. Ketiga hal itu membuat volume kendaraan meningkat dan dapat berdampak pada terjadinya penghambatan laju kendaraan. Tapi kita sudah siapkan strategi untuk menghadapi potensi masalah tersebut," kata Raddy kepada wartawan di Kantor PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Kota Bekasi, Selasa (5/6/2018).

Raddy mengatakan, ada beberapa strategi yang dijalankan untuk mengatasi potensi kemacetan akibat ketiga hal itu. Antara lain,

Jasa Marga akan menyiapkan mobile reader untuk mengurangi antrean saat men-tap kartu e- toll.

Baca: Mudik Lebaran, Ada 1,4 Juta Kendaraan Bakal Keluar dari Jakarta Melalui Tiga Ruas Jalan Tol

"Teknologi mobile reader dapat meningkatkan kapasitas gerbang. Kami tahu saat ini sudah 100 persen pakai e-toll. Tapi yang kami tahu, enggak semua pemudik orang yang rutin menggunakan tol, jadi potensi masalah di gerbang ada. Jadi kami siapkan petugas untuk mempermudah mereka saat tap kartu maupun mengatasi apabila terjadi gangguan saat tap kartu," katanya.

Raddy mengatakan, Jasa Marga juga meminimalisir gangguan yaitu dengan dihentikannya ketiga proyek pembanguan di jalan tol Jakarta-Cikampek, yakni proyek tol Jakarta Cikampek II (elevated), LRT, dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ketiga proyek distop dari H-10 hingga H+10.

Baca: Mudik, Dilarang Parkir Nginap di Polda Metro

"Jadi dengan pemberhentian proyek itu, membuat penyempitan dapat dikembalikan, ya minimal sama mendekati kondisi awalnya. Banyak, ada beberapa titik. Jadi MCB atau pembatas di proyek itu kita geser supaya kembali normal. Itu strategi untuk meningkatkan kapasitas," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved