Penitipan Kendaraan di Kecamatan Masih Sepi Peminat
“Selama ini belum pernah ada yang nitipin. Dari tahun ke tahun nggak ada. Sejak tahun 2015 saya kerja di sini, belum pernah ada,
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ahmad Sabran
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilakan warga ibukota yang hendak mudik untuk menitipkan kendaraannya di kantor kelurahan dan kecamatan. Namun ternyata sejauh ini kebijakan itu belum mendapatkan sambutan positif.
Camat Pademangan Mumu Mujtahid mengatakan sejauh ini belum pernah ada warga yang menitipkan kendaraan di Kantor Kecamatan Pademangan. Kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Selama ini belum pernah ada yang nitipin. Dari tahun ke tahun nggak ada. Sejak tahun 2015 saya kerja di sini, belum pernah ada, ke kelurahan pun nggak ada,” ungkap, Rabu (6/6).
Mumu mengatakan pada prinsipnya tidak ada masalah dengan penitipan kendaraan di kantor kecamatan. Apalagi hal itu merupakan imbauan dari Anies sebagai pemimpin tertinggi di Jakarta.
“Dari tahun ke tahun kan imbauan seperti Pak Gubernur itu nggak kali ini saja. Tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya kan pernah diimbau juga. Tapi pada prinsipnya sih kita kalau ada yang mau nitipin ya monggo. Kita welcome aja,” ucapnya.
Pengakuan tidak jauh berbeda juga disampaikan Lurah Rawa Badak Selatan, Sutarjo. Menurut Sutarjo di Kelurahan Rawa Badak Selatan belum pernah ada warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Ya kita bisa aja menerima mereka dititipkan di kita, tapi kan rata-rata mereka pulang kampung malah bawa kendaraan. Apa yang diarahkan oleh pimpinan kita tindaklanjuti, tapi sampai sekarang belum ada tuh yang ngomong-ngomong,” ucapnya.
Sutarjo menambahkan Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan mampu menampung setidaknya 15 unit mobil dan puluhan unit motor. Jumlah tersebut dirasakan masih ideal untuk menampung kendaraan warga yang ingin mudik.
“Ya mungkin Pak Gubernur mikirnya gini, bagi mereka yang kebetulan punya kendaraan dan mau pulang kampung bingung nitip dimana, titipin aja di kantor kelurahan. Tapi sampai hari ini belom ada dan kalau ada pasti kita tampung,” katanya.
Apalagi ada petugas piket seperti Satpol PP dan PPSU yang bertugas selama cuti bersama. Mereka akan bertugas menjaga wilayah untuk mengatasi masalah yang mungkin saja terjadi.
“PPSU itu ada yang jaga malam hari untuk jaga wilayah tapi juga di kelurahan. Untuk pengendalian kondisi wilayah tetap ada yang jaga malam hari, enam orang. Biasanya ditambah Satpol PP dua orang dan staf satu orang,” katanya. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pt-kai_20180602_183451.jpg)