Ketentuan Rentang Usia PPDB Tingkat SD Sudah Standar Nasional Tidak Dapat Diubah

Kita juga berpikir untuk saudara kita yang tidak mudah dapatkan akses pendidikan, pulau terpencil terluar misalnya.

Ketentuan Rentang Usia PPDB Tingkat SD Sudah Standar Nasional Tidak Dapat Diubah
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Ilustrasi PPDB. 

SEJUMLAH keluhan yang disampaikan orangtua terkait jauhnya rentang usia calon peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar (SD), yakni mulai dari 7 hingga 12 tahun dinilai Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto tidak dapat diubah.

Pasalnya, ketentuan tersebut merupakan standar nasional.

Hal tersebut dipaparkannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau bentuk lain yang sederajat.

Selain itu, ketentuan tersebut diatur lewat Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 133 Tahun 2015 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 466 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2018/2019.

"Kan peraturan berlaku nasional. Tentunya, kita juga berpikir untuk saudara kita yang tidak mudah dapatkan akses pendidikan, pulau terpencil-terluar misalnya. Tapi DKI nggak ada lah, kecuali anak ABK atau inklusi (Anak Berkebutuhan Khusus)," ungkapnya ditemui di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (6/6/2018).

Sementara, menjawab keluhan yang disampaikan oleh Wishnu Nugraha (35) warga Perumahan Bintaro, Kota Tangerang, Banten yang kesulitan mendaftarkan anaknya, Ismail masuk Sekolah Dasar (SD) lewat Jalur Domisili Luar DKI Jakarta, dirinya menyebut hal tersebut karena sistem dalam PPDB.

Apalagi, anak tersebut diketahui berusia 6 tahun 11 bulan 10 hari pada hari ini, Rabu (6/6/2018), sehingga secara otomatis tergeser apabila terdapat calon peserta didik lainnya yang berusia lebih tua.

"Data memang berubah setiap saat bila ada yang syaratnya lebih tinggi bisa dipenuhi dan menggeser yang sudah sementara eksis. Sudah sistem," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan kesempatan untuk memilih tiga sekolah kepada orangtua atau wali siswa sebagai alternatif. Sehingga apabila siswa terseleksi dari sekolah pertama, siswa memiliki dua kesempatan lainnya.

"Tergeser karena pilihan 1, 2 dan 3. Nggak diterima di pilihan 1, sistem dorong ke pilihan 2 dan seterusnya. Yang pilih orangtua sendiri, kalau di semua pilihan nggak diterima, baru daftar baru lagi. Itu balik lagi ke sistem," tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan persyaratan calon peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar (SD), antara lain berusia 7 hingga 12 tahun pada tanggal 1 Juli 2018, berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2018, memiliki Akte Kelahiran atau surat keterangan laporan kelahiran dari kelurahan, Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua serta Sertifikat Imunisasi.

Persyaratan tersebut wajib dipenuhi calon peserta didik baru, baik lewat Jalur Umum, Jalur Domisili Luar DKI Jakarta maupun Jalur Domisili Dalam DKI Jakarta untuk melengkapi tahapan pendaftaran dan seleksi online periode 5-7 Juni 2018, lapor diri pada tanggal 8-9 Juni 2018 dan pengumuman bangku kosong pada tanggal 9 Juni 2018.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved