ALAMI Jembatani UKM Akses Pembiayaan Syariah

“Kolaborasi antara perbankan syariah dan perusahaan tekfin akan memberikan dampak yang signifikan di beberapa aspek perekonomian.."

ALAMI Jembatani UKM Akses Pembiayaan Syariah
Istimewa
CEO dan Founder dari ALAMI Dima Djani (keempat dari kanan) berfoto bersama dengan para tokoh pegiat ekonomi syariah dan pembicara diskusi panel ‘Islamic Banking 4.0: The Rise of Technology and Sharing Economy’ usai peluncuran platform digital ALAMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018). 

PT ALAMI Teknologi Sharia (ALAMI), perusahaan teknologi finansial (tekfin) aggregator syariah pertama di Indonesia, meluncurkan platform digital pada Senin (4/6)di Jakarta. Platform ini dirancang untuk menjadi wadah bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mengakses pembiayaan ke berbagai lembaga keuangan syariah di Indonesia dengan mudah.

CEO dan Founder dari ALAMI Dima Djani mengatakan platform digital ini akan menjadi katalis untuk merevolusi wajah industri keuangan syariah di Indonesia melalui upaya digitalisasi beberapa hal dalam proses pembiayaan.

“Kolaborasi antara perbankan syariah dan perusahaan tekfin akan memberikan dampak yang signifikan di beberapa aspek perekonomian, sekaligus menata kembali wajah industri keuangan syariah,” ucap Dima saat memimpin diskusi panel ‘Islamic Banking 4.0: The Rise of Technology and Sharing Economy’ di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6).

PEGIAT ekonomi syariah Riawan Amin (kiri-kanan), CEO dan Founder dari ALAMI Dima Djani dan Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah Edy Setiadi menekan tombol sebagai tanda peluncuran resmi platform digital ALAMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).
PEGIAT ekonomi syariah Riawan Amin (kiri-kanan), CEO dan Founder dari ALAMI Dima Djani dan Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah Edy Setiadi menekan tombol sebagai tanda peluncuran resmi platform digital ALAMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018). (Istimewa)

Sektor perbankan syariah di Indonesia, lanjut Dima,  masih belum memiliki teknologi memadai seperti perbankan konvensional yang bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanannya.

“Kolaborasi menjadi jalan keluar yang efisien dari segi biaya dan waktu, dimana perbankan syariah bisa memanfaatkan inovasi dari perusahaan tekfin. ALAMI sebagai contoh, telah berhasil menerapkan kolaborasi ini bersama beberapa rekanan institusi keuangan syariah ternama sejak 2017,” jelasnya.

Dima menambahkan, sebagai perusahaan tekfin aggregator,  ALAMI berkomitmen untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan cara memberdayakan para pengusaha yang berkualitas untuk mengembangkan usahanya melalui akses pembiayaan yang mudah, dengan basis syariah.

ALAMI juga akan tetap menyesuaikan model bisnisnya dengan koridor syariah, karena bagaimanapun penerapan teknologi finansial dalam skema syariah tetap perlu mengacu pada fokus pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kami berharap bahwa melalui inovasi dan teknologi yang dikontribusikan, ALAMI mampu merevolusi industri keuangan syariah serta menjadi katalis dalam mengembangkan ekosistem sharing economy berbasis syariah di Indonesia,” tutur Dima.

Head of Syndication & Capital Markets Emirates Islamic Bank, Romy Buchari (kedua dari kiri) sedang memberikan pandangannya tentang perkembangan ekonomi syariah dalam diskusi panel ‘Islamic Banking 4.0: The Rise of Technology and Sharing Economy’ sekaligus peluncuran platform digital ALAMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018)
Head of Syndication & Capital Markets Emirates Islamic Bank, Romy Buchari (kedua dari kiri) sedang memberikan pandangannya tentang perkembangan ekonomi syariah dalam diskusi panel ‘Islamic Banking 4.0: The Rise of Technology and Sharing Economy’ sekaligus peluncuran platform digital ALAMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018) (Istimewa)

Sekretaris Jenderal Masyrakat Ekonomi Syariah Edy Setiadi mengatakan industri keuangan syariah di Indonesia pada dasarnya sangat beragam dari segi penyedia jasa dan layanan mulai dari perbankan, asuransi, multi finance, dana pensiun sampai manajemen investasi. Secara khusus, pemerintah bahkan telah menyiapkan peta jalan yang tertuang dalam kerangka Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2017-2019.

“Sampai dengan tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset keuangan bank syariah di Indonesia mencapai Rp 897,1 triliun. Nilai aset ini belum termasuk saham dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp 355,9 triliun,” papar Edy.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved