Selasa, 21 April 2026

Koran Warta Kota

Polisi: Kalau Masih Ada yang Adakan SOTR, Kami Bubarkan

Polda Metro Jaya melarang kegiatan Sahur on The Road. Alasannya, belakangan kegiatan tersebut membuat warga resah

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Peserta Sahur On The Road yang bawa senjata tajam dihadirkan saat rilis di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018). 

Polda Metro Jaya (PMJ) melarang kegiatan Sahur on The Road (SOTR). Alasannya, belakangan kegiatan tersebut membuat warga resah.

Jika ada yang nekat menggelar SOTR, polisi akan membubarkannya.

"Polda Metro Jaya melarang kegiatan SOTR. Karena kegiatan tersebut diindikasikan akan menimbulkan suatu permasalahan, baik tawuran, balap liar, maupun membawa senjata tajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/6).

Akibatnya, lanjut Argo, kegiatan tersebut banyak meresahkan maupun merugikan warga. Pihaknya akan menindak jika masih ada kegiatan SOTR seperti itu.

"Jika masih ada yang menggelar SOTR, kami akan bubarkan. Jika ada tindakan pidana, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Argo.

Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin, kegiatan SOTR di beberapa wilayah sempat menimbulkan keresahan warga.

Di antaranya tawuran di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, dan dan penyiraman air keras di Jatinegara.

Vandalisme

Selain itu, Polda juga akan menindaklanjuti adanya aksi vandalisme di dinding underpass Kuningan-Mampang, Jakarta Selatan. Aksi corat-coret tersebut dilakukan para peserta SOTR.

"Kami akan cari yang mencorat-coret atau melakukan aksi vandalisme fasilitas umum di mana pun. Kami akan tangkap dan proses sesuai hukum berlaku," ujar Argo.

Pasalnya, aksi tersebut merusak fasilitas umum. Terlebih lagi, Jakarta pada Agustus 2018 nanti akan menjadi tuan rumah gelaran Asian Games.

"Vandalisme merupakan aksi yang tidak terpuji, karena merugikan kita semua. Apalagi kita juga akan menyambut Asian Games 2018," katanya.

Tidak mengizinkan

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengecam warga yang masih melakukan Sahur on The Road (SOTR) dan melakukan beberapa kejadian anarkis, salah satunya mencorat-coret tembok underpass Mampang-Kuningan.

"Untuk SOTR, kami sudah menyatakan tegas dari awal bahwa kami tidak mengizinkan SOTR, apalagi menganjurkan. Apalagi SOTR itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," katanya di Balai Kota, Senin (4/6).

Sandiaga mengatakan akan mencari para pelaku yang melakukan aksi anarkis dan tidak terpuji saat SOTR.

"Kita punya nomornya, pintarnya temen-temen (wartawan) itu nulis nama sekolahnya, jadi kita akan berkordinasi dengan sekolah-sekolahnya untuk memastikan bahwa perbuatan vandalisme tidak akan terulang lagi dan diberikan sanksi. Mungkin mereka nanti diberi kesempatan untuk melakukan pembersihan ulang," tutur Sandiaga.

"Kalau mereka mengakui kesalahannya diberikan hukuman yang sepadan, karena ini anak-anak muda. Tapi menyiram air keras, tawuran, apalagi tawurannya janjian, itu sama sekali tidak bisa kita terima," tambahnya.

Di sisi lain, Sandiaga memiliki rencana untuk mengganti SOTR menjadi Sahur in The Masjid (SITM). "Kami akan menggantinya dengan Sahur in The Masjid (SITM), memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid," tuturnya.

Razia SOTR

Di Jakarta Timur, Polres menggandeng Kodim 0505 untuk melakukan patroli malam saat Ramadan.

Hal itu dilakukan guna menghindarkan terjadinya bentrokan para remaja yang melaksanakan SOTR.

"Mulai tadi malam dan seterusnya sampai Lebaran nanti, Polres akan bergabung dengan Kodim 0505 melakukan patroli, dan ini sudah menjadi perintah Kapolri dan Kapolda agar di bulan Puasa dijaga kamtibmas masing-masing wilayah," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra, Senin (4/6).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan razia terhadap para remaja yang didapati melaksanakan SOTR.

Bahkan polisi tidak segan untuk melakukan proses hukum kepada para warga masyarakat yang melaksanakan SOTR, namun didapati membawa senjata tajam maupun benda lain yang melanggar hukum.

"Pasti kita razia adanya SOTR, dan kalau ada temuan sajam akan kita pidanakan," ucap Tony.

Selain itu Dandim 0505/JT Letnan Kolonel Inf Anan Nurakhman sudah melakukan koordinasi dengan Polres Metro Jakarta Timur guna mengamankan wilayah.

Stand by

Di Jakarta Pusat, Polres juga terus melakukan komunikasi dengan Kodim 0501/JP dan Pemkot untuk menjaga keamanan wilayah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan unsur lainnya dalam menciptakan Kamtibmas.

"Kami dari Polres Metro Jakpus terus menjalin komunikasi dengan pak Wali Kota dan pak Dandim untuk meningkatkan sinergitas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Roma dalam acara Bincang Kamtibmas Tiga Pilar dengan Media di Media Center Jurnalis Jakarta Pusat (JJP), Senin (4/6).

Ia menjelaskan secara rinci, sinergitasnya yang telah dilakukan melakukan patroli bersama TNI dalam rangka meningkatkan keamanan.

Di bulan Ramadan, tiga pilar Jakarta Pusat itu juga terus berusaha menekan angka bentrokan di saat sahur atau adanya kegiatan Sahur on The Road (SOTR).

Dandim 0501/JP Kolonel Inf Edwin Sumantha mengatakan, pihaknya siap membantu Polres Metro Jakpus dan Pemkot Jakarta Pusat dalam memelihara Kamtibmas.

"Saya mendapat perintah dari Panglima untuk all out bantu Polri. Kami stand by, siap tunggu panggilan," ujarnya.. (suf/m/jos/abs)

Baca selengkapnya di  Harian Warta Kota edisi Selasa, 5 Juni 2018

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved