Lebaran 2018

Harga Ayam Potong Tembus Rp 46 Ribu

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, harga beberapa pangan merangkak naik, salah satunya ayam potong.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Pedagang ayam potong di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. 

JELANG Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, harga beberapa pangan merangkak naik, salah satunya ayam potong.

Sumini, pedagang ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur mengatakan, harga ayam saat ini cukup tinggi, karena hampir setiap hari ada kenaikan.

"Sehari bisa naik gopek (Rp 500), tapi terus-terusan dari suppliernya, jadi kita pedagang cuma bisa ikut aja," ujar Sumini di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Baca: Sri Mulyani Sebut Gaji Pokok Pimpinan BPIP Cuma Rp 5 Juta, Ini yang Bikin Upahnya Besar Setiap Bulan

Selama Bulan Ramadan, harga ayam naik sekitar Rp 9.000-Rp 11.000 dari harga sebelumnya, tergantung ukuran.

Saat ini ayam potong kecil dibanderol Rp 37 ribu dari semula Rp 28 ribu, sedangkan ayam potong besar Rp 46 ribu yang semula Rp 35 ribu.

Sudah sepekan lebih Sumini mengurangi jumlah pasokan ayamnya, sebab pembelinya pun turun drastis. Akibat kenaikan harga ini, banyak pelanggannya yang mengeluh dan mengurangi jumlah pembelian.

Baca: Ada Kelalaian, Pemindahan KTP Elektronik yang Tercecer Harusnya Tidak Boleh Pakai Mobil Bak Terbuka

"Biasanya beli sepotong, sekarang pada beli setengah aja. Malah jeroannya yang laris, kadang kalau sudah sore masih sisa banyak, kita kasih harga modal daripada bau," ungkapnya.

Sumini mengaku dalam sehari bisa menjual hingga 80 ekor ayam, kini untuk menjual 50 ekor saja sangat sulit.

"Stok sudah dikurangin tapi tetap saja masih sisa, biasa jualan jam dua siang sudah habis. Sekarang sampai jam lima sore juga masih nyisa," tuturnya.

Baca: Tahun Ini Jokowi Bayar Zakat Rp 50 Juta

Pantauan Warta Kota, sejumlah pedagang ayam terlihat santai karena tidak ada pembeli yang dilayani. Sesekali ada yang bertanya, namun karena harga mahal mereka lantas meninggalkan pedagang.

"Enggak jadi, mahal bangat, mending beli di supermarket bisa pilih yang sejenis, misalnya dada semua atau paha semua," papar Endang, pengunjung pasar. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved