Breaking News:

Boleh Datang ke Jakarta tapi Penuhi Dulu Persyaratannya

Dari tahun-tahun, Jakarta selalu ramai didatangi penduduk baru yang berniat mengadu nasib di jantung ibu kota

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/henry lopulalan
Pemudik baru turun dari bus di terminal Pulogadung, Jakarta Timur. 

DARI tahun-tahun, Jakarta selalu ramai didatangi penduduk baru yang berniat mengadu nasib di jantung ibu kota, terutama Jakarta Pusat.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat, Remon Mastadian menyatakan diperlukan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pendatang baru apabila hendak bekerja di Jakarta.

"Sesuai dengan Perda, jadi kalau ada pendatang baru, ada surat keterangan pindah dari Dinas Dukcapil domisili awalnya, kemudian ada yang menjamin di Jakarta dan sudah lapor ke RT dan RW lalu kelurahan, akan kami buatkan identitasnya," ujar Remon saat dikonfirmasi, Selasa (5/6).

Guna memfasilitasi pendataan pendatang baru, pihaknya akan melaksanakan program Bina Kependudukan yang dilakukan dua pekan setelah hari raya Idul Fitri, hingga bulan November mendatang.

"Rencananya kami 2 pekan setelah hari raya akan melaksanakan bina kependudukan (biduk). Biduk ini akan kami lakukan dari Bulan Juni hingga November sebanyak 10 kali," ungkapnya.

Bagi pendatang yang ingin menetap di Jakarta, pihaknya akan mendorong untuk dibuatkan KTP beserta KK Jakarta. Bagi mereka yang belum memiliki rencana untuk menetap, akan dibuatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) yang masa berlakunya satu tahun.

Namun demikian, Remon mengaku masih banyak masyarakat yang SKDS-nya sudah jatuh tempo.

"Masih banyak kami temukan pendatang yang SKDS-nya sudah habis tapi belum mau melapor. Kebanyakan dari mereka beralasan belum ada rencana untuk pindah tetap di Jakarta. Biasanya akan kami dorong untuk membuat surat keterangan pindah dan kami buatkan lagi SKDS baru," katanya.

Remon menyatakan tak ada satu pun pihak yang bisa melarang seseorang untuk datang ke Jakarta. Namun demikian diperlukan keterampilan untuk bisa bertahan hidup di Jakarta.

Hal itu senada seperti yang dikatakan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara yang mengharapkan para pendatang bisa memilki keahlian khusus untuk bekerja di Jakarta.

"Kami sampaikan pula bahwa Jakarta bukan kota yang tertutup. Tetapi masyarakat yang punya keterampilan, silahkan datang. Itu yang utama untuk datang ke Jakarta," ungkap Bayu. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved