Penggugat Kata Pribumi Anies Berencana Mau Ganti Perkara karena Gugatan Ditolak

Daniel berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi atau mengganti perkara tersebut menjadi gugatan warga.

Penggugat Kata Pribumi Anies Berencana Mau Ganti Perkara karena Gugatan Ditolak
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi. Sandiaga Uno gandeng pengusaha pribumi kembangkan Ok Oce. Kata pribumi dalam pidato Anies Baswedan digugat, tapi gugatan itu ditolak. 

PIHAK penggugat menegaskan, mereka tidak menyerah setelah gugatannya ditolak.

Daniel Tonapa Masiku sebagai oihak penggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pidatonya yang menyebutkan kata 'pribumi' mengaku, menerima putusan majelis hakim yang menolak gugatannya.

Kendati demikian, Daniel berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi atau mengganti perkara tersebut menjadi gugatan warga kepada penyelenggara negara atau citizen lawsuit.

"Kalau saya tangkep dari majelis hakim ini bukan perdata umum, ini harus ada hubungan penggugat dan digugat. Kalau enggak salah tangkap, ini lebih tepatnya citizen lawsuit dari masyarakat ke pejabat," kata Daniel Tonapa Masiku usai persidangan, Senin (4/6).

Jika akan mengambil langkah citizen lawsuit, pihaknya akan menggandeng lembaga swadaya masyarakat lainnya untuk memperkarakan kembali kasus itu.

Anies dituntut dengan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Beleid pasal itu menyatakan tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian pada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.

Gugatan ini berawal dari pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017 di Balai Kota.

Saat itu, Anies menggunakan kata 'pribumi' untuk menyinggung kolonialisme dan kemerdekaan.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved