Pembangunan Gedung Serbaguna Kampung Betawi Setu Babakan Mangkrak Lagi
PEMBANGUNAN gedung serbaguna perkampungan budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, meleset lagi.
PEMBANGUNAN gedung serbaguna perkampungan budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, meleset lagi.
Seharusnya gedung serbaguna di perkampungan budaya Betawi Setu Babakan rampung sejak akhir tahun 2017, justru mangkrak sampai saat ini.
Kondisi tersebut terlihat sesaat memasuki gerbang komplek Embrio Komplek Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan pada Jumat (3/6/2018).
Gedung berkonsep mezanine berlantai empat itu terlihat masih dalam pembangunan dengan sekeliling area gedung tertutup pagar seng.
Sekilas terlihat gedung yang dibangun sejak era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada akhir tahun 2014 lalu itu terbangun sempurna.
Namun menapaki bagian dalam gedung, sejumlah pagar pada seluruh tangga dan balkon terlihat belum terpasang, begitu juga hiasan ataupun taman di sekeliling gedung.
Walau pembangunan belum sempurna, suasana justru terlihat sepi lengang, tidak ada seorang pun pekerja ataupun sejumlah peralatan yang digunakan. Area gedung pun terlihat bersih layaknya sebuah gedung yang telah diresmikan dan siap digunakan.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan harapan Djarot Saiful Hidayat ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu. Kala itu, Djarot menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta serta Unit Pengelola (UP) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan untuk segera merampungkan pembangunan.
Bahkan, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyetujui seluruh pengajuan anggaran tambahan pembangunan tanpa memperdebatkan. Namun, penambahan pembiayaan proyek yang diketahui diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta itu justru berakhir percuma, gedung tidak kunjung rampung hingga berganti kepemimpinan.
Terkait permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati menyerahkan tanggung jawab pembangunan sepenuhnya kepada UP PBB Setu Babakan. Karena kendala dijelaskannya terkait teknis pembangunan.
"Bisa ditanyakan langsung kepada Kepala UP PBB," ungkapnya dihubungi pada Minggu (3/6/2018).
Dihubungi terpisah, Kepala UP PBB Setu Babakan, Rofiqoh Mustafa mengakui penutupan gedung serbaguna lantaran pembangunan belum selesai. Pembangunan katanya masih dalam tahap penyelesaian, khususnya pemasangan ornamen dan pagar, tetapi karena waktu yang terbatas, pembangunan tidak dapat dilanjutkan.
"Ya memang belum selesai, ornamen tidak bisa dikerjakan tahun 2017 karena gagal lelang. Pemenang lelangnya banyak tetapi waktu pelaksanaan pekerjaannya yang waktunya tidak cukup," ungkapnya.
Namun, ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai kendala lain ataupun target penyelesaian gedung yang senyatanya digunakan sebagai ruang pentas, pameran hingga penjualan kerajinan khas Betawi itu dirinya enggan menjawab. Dirinya menunjuk Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gumelar sebagai penanggung jawab pembangunan.
Akan tetapi, berulang kali dihubungi, Gumelar enggan menjawab panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan. Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengaku akan memanggil seluruh penanggung jawab proyek, sebab menurutnya alasan mangkraknya pembangunan sangat tidak masuk akal, mengingat anggaran telah tersedia.
"Saya akan periksa kenapa begitu. Sebelumnya saya sudah ingetin Kepala Dinas Pariwisata untuk segera diselesaikan tahun ini (2018)," ungkapnya ditemui usai memberikan inspirasi dan pelatihan kewirausahaan di Majelis Taklim Binaul Ummah, Perum Margahayu Jaya, Jalan Margahayu Raya Blok D 2700, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu (3/6/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gedung-sebaguna-kampung-betawi-setu-babakan_20180604_010308.jpg)