Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Terkait Pidato Pribumi Anies

Adityo menyatakan dalam eksepsinya bahwa pidato Anies tidak lah diskriminatif dan menyinggung ras tertentu.

Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Terkait Pidato Pribumi Anies
Warta Kota/Yosia Margaretta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Gedung Kementerian ATR, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018). 

ADITYO Nugroho Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta menjelaskan alasan majelis hakim yang menolak gugatan yang dilayangkan oleh Tim Advokasi Antidiskriminasi Ras dan Etnis (Taktis) terkait pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pidato yang menggunakan kata-kata 'pribumi'.

"Dengan ini mengabulkan eksepsi penggugat menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Ada ketidakhubungan antara penggugat dan tergugat dalam ruang lingkup perdata, yaitu hubungan pridadi tergugat dan penggugat dalam kaitan hubungan hukum perdata," ucap Adityo usai persidangan di PN Jakarta Pusat, Senin (4/6).

Ia menjelaskan untuk bisa menerima gugatan tersebut, diperlukan hubungan antara penggugat dan tergugat dalam ranah hukum perdata.

"Menimbang bahwa dalam ruang lingkup hukum perdata, ada yang disebut sebagai citizen suit law, atau gugatan sumber daya masyarakat untuk memulihkan keadaan. Tapi gugatan penggugat tidak memenuhi kriteria tersebut," ujarnya.

Lebih jauh lagi, Adityo menyatakan dalam eksepsinya bahwa pidato Anies tidak lah diskriminatif dan menyinggung ras tertentu.

"Kalau yang pasti kan tadi, gak ada hubungan hukum, kemudian legal standing penggugat kita permasalahkan, seingat saya itu. Pokok perkaranya kita menyatakan bahwa pidato Pak Gubernur itu tidak ada melanggar diskriminasi ras," tutur Adityo. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved