Anies Terbebas dari Gugatan Terkait Pidato 'Pribumi'

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat baru saja menggelar sidang gugatan yang diajukan oleh Tim Advokasi Antidiskriminasi Ras dan Etnis.

Anies Terbebas dari Gugatan Terkait Pidato 'Pribumi'
Warta Kota/Rangga Baskoro
Gubernur DKI sudah menyampaikan, konteks yang dimaksud pribumi dalam konteksnya menyampaikan pada zaman Belanda. Agar dipahami masyarakat semuanya, jangan di luar dari konteks itu. Mari sama-sama kita menjaga suasana Jakarta aman, tertib, dan kondusif 

PENGADILAN Negeri Jakarta Pusat baru saja menggelar sidang gugatan yang diajukan oleh Tim Advokasi Antidiskriminasi Ras dan Etnis (Taktis) terkait pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai penggunaan kata 'pribumi'.

Humas PN Jakarta Pusat Jamaludin Samosir menyampaikan gugatan tersebut sudah memasuki tahap kesimpulan.

Ketua Majelis Hakim Tafsir Sembiring memutuskan untuk menolak gugatan tersebut.

"Gugatan itu ditolak oleh Hakkim Tafsir," singkat Jamaludin saat dikonfirmasi, Senin (4/6/2018).

Jamaludin menambahkan menurut hakim, pidato soal 'pribumi' itu bukanlah termasuk ranah perdata umum.

Gugatan yang tersebut menilai pidato Anies melanggar Pasal 4 huruf b angka 2 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Menurut hakim, tak ada konteks hubungan pribadi antara ucapan Anies itu dan penggugat. Untuk itulah, hakim menilai tidak ada sangkut paut antara pidato 'pribumi' itu dan penggugat. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved