Rp 1 Triliun Siap Disalurkan UangTeman.com ke Nasabah

Sejak berdiri tahun 2015, sambutan masyarakat untuk meminjam uang ke UangTeman.com terus meningkat.

SEJAK berdiri tahun 2015, sambutan masyarakat untuk meminjam uang ke UangTeman.com terus meningkat. 

Bila tahun lalu, jumlah dana yang disalurkan  baru 11 juta dolar AS atau senilai Rp 124 miliar (1 dolar AS=Rp 14.000), tahun ini ditargetkan bisa menyalurkan Rp 1 triliun.

Aidil Zulkifli CEO UangTeman.com optimistis, perkembangan tahun ini lebih besar karena kepercayaan masyarakat terhadap fintech sudah semakin besar.

Saat ini, ada  lebih dari  60.000 nasabah pinjaman online, sebanyak 30 persen menggunakan pinjaman untuk produktif misalnya Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ojek online untuk biaya operasional sehari-hari.

Sebanyak 20 persen orang meminjam untuk kebutuhan medis di  Rumah Sakit dan beli obat.

Sekitar 25 persen peminjam dengan alasan edukasi misalnya bayar biaya sekolah dan kuliah.

Sisanya 25 persen untuk konsumtif. Besarnya pinjaman antara Rp 1 juta – Rp 4 juta.

Bila punya trek yang bagus, besarnya pinjaman bisa diperbesar menjadi Rp 8 juta.

Tenor pinjaman 10-30 hari, selanjutnya bisa 3 bulan cicil tiap bulan.

“Tidak ada syarat yang beda apakah untuk produktif atau konsumtif.  Tapi kami mendahulukan untuk keperluan produktif,” ujar Aidil di kantor UangTeman.com di Gedung Eightyeight@kasablanka, belum lama ini.  

Ia mengakui tetap ada kredit macet namun jumlahnya dibawah 2 persen, dan biasanya  yang kredit macet ini pada nasabah yang diperuntukan keperluan konsumtif.

Sedangkan trend kaum muda dengan rentang usia 28-30 tahun meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli hand phone dan traveling.

"Untuk alasan ini biasanya kita tolak meskipun ini menjadi trend. Kami harus bertanggungjawab, kita tidak akan memberikan dana talangan ke nasabah yang tidak produktif karena risikonya lebih tinggi," jelas Aidil.

Menjelang lebaran pengajuan pinjaman online mengalami kenaikan sekira 2-3 persen.

“Namun kita harus jeli lagi mengingat saat lebaran pun risiko kredit macet lebih tinggi karena nasabah banyak yang mudik,” ujarnya. (lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved