Senawangi Kirim Delegasi Ikuti ‘7th General Assembly’ UNESCO PBB

Pada pertemuan ‘7th General Assembly’di Paris, delegasi Indonesia akan mempresentasikan apa saja yang telah dicapai dunia pewayangan di tanah air

Senawangi Kirim Delegasi Ikuti ‘7th General Assembly’ UNESCO PBB
ist
Delegasi Indonesia yang akan mengikuti sidang 7th General Assembly Unesco PBB,(darikiri ke kanan, Sumari S.Sn, Wahyu Wulandari, Ina Sofiyanti, Gaura Mancacaritadipura(dalang), Drs. Suparmin Sunjoyo (ketua Umum Senawangi,Dra Eny Sulistyowati (seniman tari), Eddie Karsito (penggiat budaya) 

Pertunjukan selama 20 menit ini, melibatkan para aktor dan aktris handal dari dunia Pewayangan Indonesia, antara lain, Agus Prasetyo S.Sn (WO Sriwedari ), berperan sebagai Karno, Matheus Wasi Bantolo, S.Sn., M.Sn (ISI Surakarta) berperan sebagai Kresna, Dra. Eny Sulistyowati S.Pd, MM (Seniman Tari Jakarta) berperan sebagai Kunti, dan Bagus Baghaskoro Wisnu Murti, S.Sn (Dalang Muda Jawa Timur), serta Muhammad Irawan, SE (Dalang Muda Jakarta).

Ikut serta juga para penggiat seni dan budaya, Gaura Mancacaritadipura, dan Wahyu Wulandari, yang akan mewakili Indonesia, dalam sidang-sidang ‘7th General Assembly.’ Serta Sumari, S.Sn., Ina Sofiyanti, dan Eddie Karsito, yang akan mempresentasikan budaya Wayang dalam event pameran berskala internasional di sekretariat UNESCO PBB di Paris.

Dalang Gaura Mancacaritadipura, anggota dari delegasi Indonesia, pada kesempatan yang sama menyampaikan, konvensi ini mengubah paradigma yang tadinya hanya mengurusi peninggalan sejarah yang kasat mata, seperti; candi, patung, alat musik, atau artefak lainnya.

“Warisan budaya tidak saja berwujud monumen-monumen atau sekumpulan objek, tapi juga mencakup tradisi atau ekspresi budaya yang masih terpelihara, diwarisi dari nenek moyang dan diturunkan kepada generasi selanjutnya,” papar Gaura Mancacaritadipura.

Sampai tahun 2005, terpilih sejumlah 90 elemen budaya yang ditahbiskan menjadi maha karya budaya dunia. Selanjutnya pada 2008 ditransfer ke dalam Representative List – termasuk Wayang yang diresmikan sebagai masterpiece pada tahun 2003 dan Keris pada 2005. Menyusul kemudian 76 elemen baru (termasuk Batik) di tahun 2009, dan 47 elemen di 2010 (termasuk Angklung).

Dalam hal ini SENAWANGI sebagai organisasi pemerhati budaya yang sudah diakreditasi, membantu UNESCO dalam hal pelestarian budaya tak benda; Intangible Cultural Heritage (ICH). “Kita punya kewajiban berpartispasi mengikuti sidang ini melalui forum NGO. Pada rapat tersebut antara lain kita ikut membicarakan, menetapkan dan memutuskan apa yang akan menjadi kebijakan badan dunia ini, antara lain terkait dengan pelestarian dan pengembangan budaya Wayang,” ujar Gaura.

Satu hal penting, pada momen 7th General Assembly’ ini, kata Gaura, Indonesia diharapkan paling mengesankan, lewat performance Wayang Orang dan Wayang Kulit ‘Kresna Duta.’ Kolaborasi sejumlah seniman kelas dunia ini diharapkan benar-benar mendapat perhatian.

“Cerita ini ingin menyampaikan pesan perdamaian. Kresna menjadi subjek favorit dalam seni pertunjukan. Kresna merupakan duta pamungkas untuk perdamaian, agar tidak terjadi perang baratayuda. Saya kira ini relevan dengan situasi zaman,” ujar dalang berkebangsaan Australia, yang kini menjadi Warga Negara Indonesia ini

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved