Rabu, 3 Juni 2026

Jelang Asian Games, Pembangunan Taman Sekitar Venue Dikebut

Hingga saat ini penataan sudah mencapai 50 persen dari total 17.230 tanaman yang akan ditanam.

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Adhy Kelana
Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tengah membuat mural Asian Games 2018 di dinding di tepi Jalan Lenteng Agung Timur, Jakarta Selatan, Rabu (23/5). 

Menjelang Asian Games sejumlah taman dan jalur hijau disekitar venue lokasi perhelatan Asian Games mulai di kebut. Ditargetkan penataan selesai pada bulan Juli mendatang.

Kasudin Kehutanan Jakarta Timur, Romi Sidharta mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus menata taman dan jalur hijau yang ada di kawasan maupun akses menuju venue Asian Games. Terutama untuk venue Jakarta International Equistrian Park dan Velodrome Rawamangun.

Hingga saat ini penataan sudah mencapai 50 persen dari total 17.230 tanaman yang akan ditanam. Adapun pihaknya melibatkan 25 pekerja harian lepas (PHL) Sudin Kehutanan Setempat.

"Penataan taman dan jalur hijau di areal venue Asian Games saat ini sudah capai 50 persen dari total 17.230 tanaman. Kita targetkan rampung pada Juli mendatang. Semua tanaman sudah hidup," kata Romi, Jumat (1/6).

Adapun taman dan jalur hijau disekitar venue Asian Games yang tengah dalam perbaikan diantaranya jalan Pulomas Raya, jalan Pulomas Timur, jalan Perintis Kemerdekaan, jalan Jenderal Ahmad Yani, jalan Pulomas Barat jalan Pulomas Timur, jalan Kayu Putih Raya, Jl Pemuda Raya dan sejumlah titik lainnya.

Jenis tanaman hias yang ditanamnya di antaranya adalah, melati gambir, gandarusa, sirih kuning. Kemudian pilow jari, bougenvile, palem kuning, anjuang merah dan sebagainya.

Dari 17.230 tanaman hias yang ditanam, 6.100 di antaranya merupakan bantuan dari UPT Kebon Bibit Dinas Kehutanan DKI dan sisanya hasil dari pengolahan di lapangan. Seperti melalui proses stek, asimilasi dan cangkok. Minimnya bantuan bibit tanaman hias dari Kebon Bibit menjadi kendala utama.

"Kalau hanya mengandalkan bantuan dari UPT Kebon Bibit jelas sangat kurang jumlahnya. Makanya kita siasati dengan cara stek, karena kita butuh cepat tanamannya," ucapnya. (JOS)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved