Breaking News:

Sore Nanti Jokowi Temui Keluarga Korban Pelanggaran HAM

Presiden Joko Widodo akan bertemu para keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang biasa melakukan aksi Kamisan.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo (no 2 kanan) berbincang dengan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya (kiri) saat meninjau ekspor perdana Mitsubishi Xpander di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Rabu (25/4/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo akan bertemu para keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang biasa melakukan aksi Kamisan.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Yenti Garnasih‎ yang baru bertemu Presiden Joko Widodo di Istana menyampaikan, Presiden akan memperhatikan korban pelanggaran HAM, dan sore nanti diagendakan akan menerima keluarga korban pelanggaran HAM.

Agenda pertemuan Presiden dengan para keluarga korban pelanggaran HAM tersebut, kata Yenti, dilatarbelakangi ucapan Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid, yang menyampaikan Presiden kurang memperhatikan mereka.

Baca: Kapolri Ingin Rutan Baru Khusus Teroris Dibangun di Cikeas

"Tadi spontanitas Presiden menyatakan, karena Pak Usman mengatakan Presiden tidak memperhatikan, tidak pernah datang. Presiden mengatakan, kami memperhatikan, mereka saja yang tidak mau datang," ungkap Yenti di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

"Kalau gitu, Pak Usman mengatakan, apakah besok bisa diterima? Presiden mengatakan, oke besok kumpulan Kamisan akan diterima Presiden," sambung Yenti.

Usman menambahkan, pertemuan kemarin juga membahas kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu seperti tragedi Trisakti, Semanggi, dan Papua, yang hingga saat ini belum ada kemajuan sama sekali.

Baca: Agum Gumelar Minta Pegiat HAM Bela 250 Juta Rakyat Indonesia Ketimbang Teroris

"Bahkan, kunjungan PBB baru-baru ini ke Jakarta, melihat persoalan di Papua bukan hanya merosot dalam hal politik, tapi juga ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya hak atas pangan dan hak atas kesehatan," beber Usman di tempat yang sama.

‎Usman berharap, pemerintahan Presiden Jokowi juga dapat menyelesaikan kasus lain seperti Tanjung Priok, Talangsari, Aceh, dan penculikan aktivis.

‎"Tadi Presiden langsung minta Jaksa Agung dan Menko Polhukam untuk agendakan itu, bukan hanya kasus 65 tapi Tanjung Priok, Talangsari, Aeh. mudah-mudahan besok bisa jadi pertemuan yang positif," harapnya.

‎Kamisan adalah aksi damai sejak 18 Januari 2007 dari para korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia. Mereka adalah korban '65, korban Tragedi Trisakti dan Semanggi '98, korban tragedi Rumpin, dan korban pelanggaran HAM lainnya‎. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved