Tekan DBD, Lurah Palmerah Terapkan Sistem Oles Obat Anti-Nyamuk

Pertama kalinya, ketika menjabat sebagai Lurah Palmerah, Muchamad Ilham mendapatkan rapor merah ditahun 2016 yang lalu.

Tekan DBD, Lurah Palmerah Terapkan Sistem Oles Obat Anti-Nyamuk
Warta Kota
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dangue. 

Pertama kalinya, ketika menjabat sebagai Lurah Palmerah, Muchamad Ilham mendapatkan rapor merah ditahun 2016 yang lalu.

Hal itu lantaran di Kelurahan Palmerah jatuh pada ranking pertama kasus demam berdarah Dangue (DBD) terbanyak dari enam Kelurahan di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Ia yang tak ingin hal itu kembali terjadi, kini ia gunakan sistem oles obat nyamuk bertujuan bisa tekan angka kasus DBD di wilayahnya.

2016 lalu, dari enam Kelurahan di Kecamatan Palmerah, Kelurahan Palmerah pun mendapati rangking pertama terbanyak kasus DBD, yakni jumlah kasusnya capai 100 lebih. Ini menohok Muchamad Ilham dan warganya.

"Akhirnya, saya langsung berkoordinasi dengan pihak puskesmas, serta warga. Di pertemuan itu pun saya bilang untuk cari cara gimana caranya tahun depan DBD ini di Kelurahan Palmerah, bisa berkurang. Malah, tepatnya harus berkurang," terang Ilham, Rabu (30/5/2018).

Usai pertemuan, gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M) hingga gerakkan kegiatan mengoles lotion anti-nyamuk juga dinilai perlu rutin dilakukan oleh warga.

"Dalam sehari minimal terkait sistem oles anti-nyamuk tersebut dilakukan sebanyak dua kali. Yakmi pada pukul 08.00 - 11.00 dan juga 14.00 - 17.00. Sebab, pada jam-jam tersebut potensi nyamuk aedes aegypti menggigit warga cukup besar. Khususnya, warga yang sedang tertidur di rumah, dan anak-anak di sekolah," ucap pria kelahiran Jakarta 10 Juli 1987 tersebut.

Walau dilihat simple, jika berjalan dengan baik maka akan berdampak positif bagi warga.

Tak hanya itu, Inovasi ini dapat dososialisasikan ke kepada warganya.

"Jadi selain lakukan 3M, setiap harinya warga diharuskan untuk mengoleskan dirinya dengan lotion anti-nyamuk. Warga tidak merasa berat dengan idenya itu. Justru mendukungnya agar berjalan efektif, dan bisa memupuk kesadaran warga. Tetapi, kader jumantik dan warga tetap bekerjasama untuk basmi DBD," jelasnya.

Dengan menggunakam sistem itu, ucap Ilham, akhirnya berbuah hasil. Di tahun berikutnya, kasus DBD di wilayah Kelurahan Palmerah pun berhasil ditekan.

"Langsung merosot hingga 90 persen. Bahkan, di bawah angka sepuluh kasus. Tadinya dapat peringkat terburuk, malah berbalik 180 derajat. Kelurahan Palmerah menjadi kelurahan terbaik paling sedikit terjadi kasus DBD di Kecamatan Palmerah. Jangan sampai di tahun berikutnya jadi merosot. Tetap 3M, oles obat nyamuk dan bersihkan sampah, penghijauan, dilaksanakan. Bahkan, kader berprestasi kami apresiasi, tapi kader yang buruk kami ganti," paparnya. (BAS)

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved