Pangdam Jaya Cium Balita Korban Kebakaran
PANGLIMA Kodam Jaya Jayakarta, mencium balita ketika menjumpai korban kebakaran di di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.
PANGLIMA Kodam Jaya Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Joni Supriyanto, mencium balita ketika menjumpai korban kebakaran di di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018).
Pangdam tiba di lokasi kebakaran dengan berboncengan sepeda motor sekitar pukul 14.00 WIB.
Ia langsung menyambangi posko utama korban kebakaran yang didirikan oleh Kodam Jaya Jayakarta.
Di posko tersebut, sudah banyak warga yang mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang disediakan oleh Kesdam.
Para wanita hamil, lansia dan anak-anak diperiksa kesehatannya oleh tim medis Kesdam.
Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto kemudian menyalami warga dan personel Kodam Jaya yang sedang bertugas serta berbincang beberapa saat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan menuju posko lainnya untuk menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran.
"Hari ini kita sama-sama Pak Sekcam dan Pak RW mengunjungi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran beberapa hari yang lalu. Syukur alhamdulillah mereka semuanya sehat dan semangat. Kemudian dukungan bantuan bagi saudara-saudara kita semua sudah mereka terima dan mudah-mudahan ke depannya bisa membangun tempat tinggalnya kembali secara bersama-sama sehingga bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik di tempat ini," Ujar Joni
"Ada bantuan medis, psikologis, sembako, peralatan sekolah dan ada konsultasi medis pasca trauma." Demikian kata Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto kepada wartawan, Selasa (29/5/2018).
Pangdam selanjutnya berjalan memasuki lokasi kebakaran dan bercengkrama dengan keluarga korban. Mereka sangat antusias dan bersemangat menyambut kedatangan Pangdam.
Walau beberapa hari yang lalu musibah kebakaran telah menghanguskan rumah mereka, tidak menjadi penghalang untuk tetap tersenyum. Apalagi, Pangdam sempat mencium seorang balita perempuan yang merupakan cucu dari Bapak Siahaan, korban kebakaran. Balita yang bernama Lidya Simanjuntak ini terbata-bata menyebut kata 'tentara' dengan 'tantara'. Hal ini spontan membuat mereka yang ada di sekitarnya tertawa.
"Mau jadi dokter apa tentara?" tanya Pangdam kepada balita itu.
Setelah itu, Pangdam beranjak meninjau rumah bekas kebakaran lainnya. Sekadar informasi, lokasi kebakaran berada di pinggir Kanal Banjir Timur. Karena itu, Pangdam berpesan dan menekankan kepada warga tentang pentingnya kepedulian dan semangat gotong royong terutama saat tertimpa musibah seperti kebakaran dan banjir.
"Semua kodim Jakarta Timur dan Polres membantu. Kita bersama-sama membantu saudara kita yang terkena musibah pada bulan Ramadan ini. (terkait pembangunan kembali rumah warga) Nanti kita kerjasama dengan pemerintah daerah. Ini kan daerah rawan banjir. Jadi pada saat musim penghujan sering terjadi banjir makanya rata-rata rumah di sini bertingkat. Gotong royong dan kepedulian adalah ciri bangsa kita yang harus kita pelihara," ucapnya.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan 46 rumah di Jalan Sensus 4 RT 07 RW 14, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu (27/5/2018) sekitar pukul 02.30 WIB.
Api diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas milik seorang warga yang bernama Hajjah Muhana.
Akibatnya, 72 KK atau 221 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke posko pengungsian maupun ke rumah kerabatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pangdam-jaya_20180529_161336.jpg)