Kerusuhan di Mako Brimob

IPW Duga Kerusuhan di Rutan Mako Brimob akan Dilupakan Tanpa Ada yang Bertanggung Jawab

Bahkan, Neta mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sekalipun terkejut bahwa Rutan Brimob menjadi begitu over kapasitas.

IPW Duga Kerusuhan di Rutan Mako Brimob akan Dilupakan Tanpa Ada yang Bertanggung Jawab
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyerahkan enam unit rumah secara simbolik kepada enam perwakilan keluarga anggota kepolisian yang gugur dalam peristiwa kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Santunan diserahkan pada Jumat (18/5/2018) di Gedung Rupatama Mabes Polri. 

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Polri segera mengumumkan dan mencopot pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Sudah 20 hari kasus kerusuhan di Rutan Brimob berlalu, tapi hingga kini Polri belum juga mengumumkan dan mencopot, siapa pejabat kepolisian yang harus bertanggung jawab," ujar Neta melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (29/5/2018).

Menurut Neta, pihaknya sangat menyayangkan jika Polri mendiamkan kasus ini dan menganggapnya sebagai kasus biasa. Sehingga, tidak mencopot pejabat kepolisian yang harus mempertanggungjawabkan kasus ini.

Baca: KPK Bantah KTP Elektronik yang Tercecer di Bogor Barang Bukti Kasus Korupsi

"IPW menilai, kasus kerusuhan yang menewaskan lima polisi itu sepertinya akan dilupakan begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab dan tanpa ada yang harus dicopot. Ironis jika hal ini terjadi," tutur Neta.

Menurut Neta, jika dicermati, kasus kerusuhan tersebut terjadi akibat kecerobohan dari aparatur institusi kepolisian yang menempatkan 160 tahanan teroris di rutan yang tidak layak.

Bahkan, Neta mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sekalipun terkejut bahwa Rutan Brimob menjadi begitu over kapasitas.

"IPW menuntut Polri harus segera mencopot para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab dalam kasus ini, baik di Rutan Brimob maupun di Surabaya. Kecerobohan aparatur di Rutan Brimob maupun kelengahan jajaran kepolisian di Surabaya Jatim harus dipertanggungjawabkan," tegas Neta. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved